Senin, 17 Juni 2013 16:31:00
Penduduk desa di Papua Nugini. dailymail.co.uk



Gadis Papua Nugini penggal ayahnya setelah diperkosa


Reporter : Vincent Asido Panggabean



Merdeka.com - Seorang gadis 18 tahun asal Papua Nugini memenggal ayahnya sendiri dengan menggunakan sebuah pisau, setelah bapaknya itu tega memperkosa dirinya di dalam rumah mereka.

Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Ahad (16/6), sekarang penduduk desa di daerah itu telah membentuk sebuah perlindungan untuk gadis tidak disebutkan namanya itu dan menolak menyerahkan dia ke polisi sebab mereka setuju ayah gadis itu memang jahat dan pantas mati.

Pemimpin gereja setempat Pastor Lucas Kumi dari Desa Rang, Provinsi Dataran Tinggi Barat, mengatakan seluruh warga desa menolak membiarkan gadis itu diserahkan ke polisi dan dilakukan penyelidikan atas pembunuhan yang terjadi.

"Semua orang dan pemimpin di daerah kami langsung melihat tubuh tanpa kepala lelaki itu setelah gadis itu melaporkan kejadian kepada warga dan menjelaskan mengapa dia membunuh ayahnya sendiri," kata Pastor Lucas.

Lucas mengatakan kepada koran the Post Courier bahwa ayah gadis itu, yang diperkirakan berumur 40-an tahun, tega memperkosa putrinya sendiri ketika keduanya berada di rumah, setelah istri dan dua anaknya yang lain mengunjungi kerabat mereka semalaman.

Kemudian ayah gadis itu pergi ke kamarnya saat malam dan memperkosa anak perempuannya itu berulang kali.

"Ayah gadis itu kemudian ingin memperkosa putrinya itu sekali lagi pagi harinya dan saat itulah gadis itu mengambil pisau dan memenggal ayahnya, " ujar Pastor Lucas. "Kami semua sepakat bahwa gadis itu bisa tinggal dengan bebas di dalam masyarakat karena ayahnya itu memang pantas mati."

Dia menjelaskan gadis itu melakukan apa yang seharusnya dilakukan sebab trauma yang akan dihasilkan akibat tindak kejahatan ayahnya. Hal inilah yang membuat warga desa setuju agar gadis itu tetap dalam komunitas.

Pastor Lucas mengatakan perlindungan telah ditempatkan di sekitar gadis itu untuk mencegah penyelidikan aparat.

Tindak pemerkosaan, pembunuhan terhadap orang yang diduga penyihir, dan prostitusi memang tersebar luas di seantero Papua Nugini. Sebagai upaya putus asa untuk menghentikan kejahatan, pemerintah Papua Nugini kembali memberlakukan hukuman mati untuk pelaku kejahatan serius.

Baca juga:
Biadab, bapak setubuhi anak kandung hingga melahirkan
Kakek 93 tahun perkosa empat bocah di Thailand
Ayah perkosa dan paksa oral anak tirinya yang masih SMP
Ditolak istri, seorang ayah di Boyolali gagahi anak sendiri

(mdk/fas)


CARA GAMPANG BACA BERITA, JOIN :
 



TAG TERKAIT




KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS

DOWNLOAD APP MERDEKA.COM