Senin, 4 Maret 2013 15:36:32
Pengunjuk rasa melakukan Harlem Shake di depan markas Ikhwanul Muslimin di Ibu Kota Kairo, Mesir. alarabiya.net



Ikhwanul Muslimin Mesir ikutan goyang Harlem Shake


Reporter : Vincent Asido Panggabean



Merdeka.com - Fenomena Harlem Shake, yang kini mulai mewabah di dunia maya lantaran banyak ditiru oleh berbagai kalangan di seluruh dunia, ternyata mulai menjangkiti kelompok Ikhwanul Muslimin Mesir.

Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, Ahad (3/3), hal ini terbukti setelah beberapa anggota Ikhwanul Muslimin Mesir bergoyang Harlem Shake dan mengunggah video itu ke situs YouTube. Video ini ditujukan untuk mengejek kelompok oposisi Mesir, Front Pembebasan Nasional.

Para penari di video itu terlihat memakai foto wajah tokoh-tokoh oposisi sebagai topeng mereka. Mereka melakukan hal ini sebagai respon terhadap sebuah video diunggah pekan lalu, di mana beberapa anggota oposisi juga melakukan Harlem Shake di depan markas Ikhwanul Muslimin di Ibu Kota Kairo untuk memprotes pemerintahan Presiden Muhammad Mursi.

Namun, Ikhwanul Muslimin Mesir dua hari lalu menginginkan agar video anggota mereka sedang melakukan Harlem Shake itu dihapus dari YouTube. Permintaan itu dibuat setelah mengetahui orang yang bergoyang dan bertelanjang dada adalah anggotanya.

Seorang anggota aktif Ikhwanul Muslimin, Ahmad al-Mogheer, menyatakan dirinya memang orang yang bertelanjang dada di rekaman itu. Akibat rekaman itu, dia diminta untuk menghapus video itu.

"Beberapa waktu lalu saya merekam sebuah video dengan cepat. Saya tahu hal ini akan membuat orang-orang membicarakan saya dan akan membuat sakit kepala, namun apa yang bisa saya perbuat. Saya harus terus menghadapi masalah ini," kicau Mogheer sebelum mengunggah video itu di YouTube.

Ketika video itu diunggah, dia lantas mengunggah tautan video itu di media sosial Twitter yang diberi judul 'Tarian terakhir kelompok pembebasan' yang ditujukan kepada Front Pembebasan Nasional.

"Saya ingin berterima kasih buat semua orang yang mengkritik saya dan yang meminta untuk menghapus video ini," kicau Mogheer.

Meski video itu dipercaya telah dihapus dari Youtube, namun pada kenyataannya rekaman ini masih dapat dilihat. Ini lantaran video itu berulangkali diunggah oleh akun lain dengan cepat.

Pekan lalu, sekitar 70 pengunjuk rasa kebanyakan lelaki melakukan tarian Harlem Shake setelah meneriakkan slogan anti pemerintahan Islam yang dijalankan oleh Presiden Muhammad Mursi di depan markas Ikhwanul Muslimin, di Ibu Kota Kairo, Mesir.

Harlem Shake saat ini mulai ditiru hampir anak muda di seluruh dunia. Fenomena Harlem Shake mulai mewabah setelah sekelompok remaja Australia merekam dan mengunggah video mereka melakukan Harlem Shake di situs YouTube awal bulan ini.

Anak-anak muda di Mesir dan Tunisia memakai Harlem Shake untuk memprotes pemerintahan Islam di masing-masing negara.

Sejumlah akun di media sosial yang dimiliki oleh kelompok Salafi dan kelompok beraliran Islam lainnya mengecam Harlem Shake sebagai tindakan tidak senonoh. Ini lantaran saat melakukan Harlem Shake memperlihatkan adegan merokok, berjoget dengan gila-gilaan, dan melakukan gerakan-gerakan yang mengesankan tindakan seksual.

Berikut video anggota Ikhwanul Muslimin bergoyang Harlem Shake:

(mdk/fas)


CARA GAMPANG BACA BERITA, JOIN :
 



TAG TERKAIT




KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS

DOWNLOAD APP MERDEKA.COM