Rabu, 20 Juni 2012 11:26:30
Mobil Proton Wira yang digunakan tiga warga Indonesia saat baku tembak dengan polisi Malaysia. (Dokumentasi Polis Diraja/thestar.com.my)



Malaysia tembak mati lagi tiga warga Indonesia


Reporter : Ardyan Mohamad



Merdeka.com - Tiga pria warga Indonesia tewas ditembak Kepolisian Diraja Malaysia dini hari tadi di wilayah Taman Templer Saujana, Kota Rawang, Selangor. Sebelum diterjang timah panas, ketiganya sempat beradu tembak dengan polisi.

Atase Kepolisian Republik Indonesia untuk Malaysia, Komisaris Besar Benny Iskandar, membenarkan kabar itu. "Iya informasi kita terima dari pihak Polis Diraja ada tiga warga kita tewas karena terlibat perampokan," ujar Benny saat dihubungi merdeka.com melalui telepon seluler, Rabu (20/6). Menurut Benny, ketiganya benar warga Indonesia. "Kepastian itu didapatkan dari paspor," ujar dia.

Atase Penerangan, Sosial, dan Budaya KBRI Kuala Lumpur Suryana Sastradiredja saat dihubungi secara terpisah hanya bersedia memberi inisial ketiga korban. "Tiga tersangka itu lelaki semua berinisial S, 38, paspor asal Jawa Timur, kemudian M, 34, paspor dari Jawa Timur pula, dan terakhir H, 25, tidak memiliki paspor hanya membawa kertas pendaftaran Pekerja Asing Tanpa Izin," ujar dia.

Tersangka mencoba merampok rumah toko kontraktor bernama Mohamad Azhar Nordin, 46, beralamat di Jalan TS12, Rawang. Dua orang menerobos rumah, satu lagi menanti di mobil. Benny menyatakan ketiga tersangka belum sempat merampok karena keburu ketahuan polisi sedang berpatroli.

Tiga orang itu mendadak menembaki anggota Polis Diraja, lantas mencoba kabur namun tergelincir ke parit di dekat tempat kejadian perkara. Saat tembak menembak inilah ketiganya tewas. "Di dalam mobil tersangka ditemukan dua pistol dan satu parang," ujar Suryana.

Pihak KBRI saat ini sudah melihat jenazah dan mengidentifikasi alamat. "Berkaca dari pengalaman (penembakan tiga WNI tiga bulan lalu), kami langsung berkoordinasi dengan polis diraja. Setelah otopsi selesai, mereka akan langsung dikirim ke keluarga masing-masing," kata Suryana.

Kasus ini mengulang kejadian Maret lalu. Saat itu, tiga tenaga kerja Indonesia, yaitu Herman (34), Abdul Kadir (25), dan Mad Noor (28) meninggal. Menurut laporan kepolisian Malaysia, mereka mati tertembak juga karena dugaan merampok.

(mdk/fas)


CARA GAMPANG BACA BERITA, JOIN :
 



TAG TERKAIT




KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS

DOWNLOAD APP MERDEKA.COM