Jumat, 24 Mei 2013 17:02:00
Omar Bakri Mohammed. news.com.au



Pembunuh tentara di London disebut pahlawan


Reporter : Vincent Asido Panggabean



Merdeka.com -

Ulama pendiri organisasiHizbut Tahrir danAl-Muhajirun di Inggris, Omar Bakri Mohammed, menyatakan dia mengagumi keberanian pelaku pembunuhan brutal di Ibu Kota London, Michael Adebolajo. Dia juga menyebut Adebolajo sebagai seorang pahlawan.

Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Jumat (24/5), Omar, yang dilarang masuk Inggris, juga diyakini secara diam-diam membuat video yang memperbolehkan memenggal kepala seseorang yang menentang Islam. Pelaku diduga melakukan pembunuhan itu setelah mendengarkan ceramah-ceramahnya.

Omar kemarin mengatakan kepada koran the Independent bahwa dia mengerti kenapa tersangka melakukan serangan barbar terhadap korban yang merupakan seorang tentara bernama Lee Rigby (25 tahun).

Dia menjelaskan setelah dirinya melihat insiden pembunuhan itu dia menyebut tersangka terlihat sangat berani.

"Di dalam Islam tindakan ini dapat dibenarkan. Dia tidak menargetkan warga sipil, dia melakukan tindakan ini terhadap seorang tentara. Bagi orang-orang di kawasan Timur Tengah, dia adalah seorang pahlawan," lanjut dia.

Omar bahkan mengatakan dia mengenal Adebolajo secara pribadi dan telah membuat dia masuk Islam. Dia menjelaskan dirinya memiliki sebuah kios di London yang kerap dikunjungi Adebolajo.

Keduanya terkadang membicarakan makna kehidupan dan Adebolajo sering mengikuti sesi pembicaraan terbuka dan pertemuan-pertemuan diselenggarakan Omar.

Ulama kelahiran Suriah itu juga dikenal dengan sebutan pemimpin spritual dari Tottenham. Dia mengklaim mendapat suaka pada 1986 dan mendirikan organisasi Hizbut Tahrir di Inggris.

Ketika dia berpisah dari kelompok itu lantaran perselisihan, dia kemudian melanjutkan untuk mendirikan organisasi Al-Muhajirun. Namun, organisasi ini dilarang lantaran dianggap sebagai organisasi teroris yang berbasis di Inggris. Kelompok ini juga dikaitkan dengan berbagai aksi terorisme internasional, homofobia, dan anti-Yahudi.

Beberapa anggotanya diperkirakan telah menjadi pelaku bom bunuh diri. Namun, setelah peristiwa pemboman di London pada 2005, Omar memutuskan untuk meninggalkan Inggris sebab dia diburu oleh polisi Inggris.

Setelah Israel melakukan serangan di Lebanon, dia mencoba untuk kembali ke Inggris, namun dia tidak mendapat izin.

(mdk/fas)


CARA GAMPANG BACA BERITA, JOIN :
 


TAG TERKAIT




KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS

DOWNLOAD APP MERDEKA.COM