Jumat, 7 Juni 2013 11:43:26
Emomali Rakhmon. ©2012 Merdeka.com



Tajikistan larang akses ke YouTube bagi warganya


Reporter : Vincent Asido Panggabean



Merdeka.com - Tidak ada orang yang suka saat-saat memalukan mereka terekam, apalagi sampai diunggah ke Internet. Hal inilah yang terjadi terhadap Presiden Tajikistan Emomali Rahmon.

Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Kamis (6/6), kejadian memalukan sempat dialami Emomali ketika sebuah rekaman dirinya sedang berdansa dan bernyanyi dengan nada sumbang beredar di situs berbagi video YouTube, dan membuat dirinya harus turun tangan menangani masalah ini.

Alhasil, akses ke YouTube langsung dilarang di seantero Tajikistan selama lebih dari satu pekan. Rekaman itu sebetulnya diambil saat pernikahan anak Emomali pada 2007 lalu, namun baru diunggah di YouTube pada 18 Mei.

Di dalam rekaman itu Emomali terlihat bernyanyi dengan nada tidak sesuai sambil didampingi seorang pria lainnya dan berdansa dengan penuh antusias. Video ini kemudian menjadi sensasi di Internet.

Pihak berwenang Tajikistan kemudian memutuskan untuk melarang akses ke YouTube, serta ke sebuah stasiun televisi independen Asia K+, yang telah memutar klip itu pada 18 Mei lalu.

Tajikistan memiliki populasi sekitar delapan juta jiwa. Namun, hanya dua juta orang yang diperkirakan memiliki akses ke Internet.

Pada 27 Mei lalu, Kementerian Komunikasi Tajikistan mengkonfirmasi adanya larangan itu, namun mereka menolak untuk menjelaskan alasan mengapa larangan itu diberlakukan. Video ini juga telah memicu perdebatan nasional setelah versi panjang dari rekaman itu diunggah oleh Dodojon Atavulloev, yang diasingkan oleh Emomali, di akun Facebook miliknya dengan pernyataan-pernyataan politik.

Berikut rekaman nyanyian Emomali yang membuat akses ke YouTube dilarang di Tajikistan:

(mdk/fas)


CARA GAMPANG BACA BERITA, JOIN :
 



TAG TERKAIT




KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS

DOWNLOAD APP MERDEKA.COM