Selasa, 18 Desember 2012 14:59:09
Ahok adu mulut dengan mahasiswa. ©2012 Merdeka.com





Ahok dan mahasiswa UBK nyaris adu jotos di Balai Kota

Reporter : Nurul Julaikah


Merdeka.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kembali emosi ketika lima orang perwakilan BEM Universitas Bung Karno (UBK) Jakarta menagih janji. Mahasiswa tersebut menagih janji karena selama ini banyak minimarket menjamur yang mematikan pasar tradisional.

"Yang jelas sampai saat ini kami belum mengeluarkan izin pun sampai hari ini makanya kami baru 2 bulan. Anda maunya saya ngomong sopan santun kan, saya juga mantan aktivis, sama," ujar Ahok dengan nada gusar di Balai Kota Jakarta, Selasa (18/12).

Ahok meminta mahasiswa tersebut untuk bicara bersama membahas tentang perizinan soal minimarket. Sebab, ijin yang sudah dikeluarkan oleh pemerintahan periode sebelumnya sedang dikaji.

"Kami ingin kaji. Anda kalau cabut izin di PTUN kan orang dan kita kalah uang rakyat juga yang bobol di APBD. Ya semua ada kajiannya enggak kayak mahasiswa main berantem saja. Kalau berantem aku lebih jagoan," ujar Ahok menantang.

Namun, mahasiswa juga nampak emosi dan merasa tidak puas dengan jawaban Ahok. "Bukan masalah itu. Kita enggak ngajak berantem," bentak salah seorang mahasiswa.

Dengan nada keras, Ahok mengatakan agar mahasiswa tidak bicara dengan teriak-teriak. Namun, bicara dengan tenang dan baik-baik membicarakan persoalan tersebut.

"Kami baru dua bulan. Kami katakan kami belum keluarkan izin satu pun kalau kami sudah keluar izin anda boleh maki-maki kami mana janjinya. Ini saya agak marah karena anda bilang mana janjinya, kami baru dua bulan bung, jadi Anda jangan pakai janji Anda tadi, kalau Anda tidak singgung itu saya tidak marah, Anda singgung itu makanya saya menantang anda sekarang ya kan," bentak Ahok.

Dia mengatakan baru dua bulan menjabat belum sekali pun mengeluarkan izin untuk mendirikan usaha minimarket. Pasalnya masih dianalisa, apakah izin usaha untuk minimarket dapat dicabut.

"Anda kurang apalagi kami mau keluarkan pasar-pasar baru, semua lantai pasar tidak perlu dibeli, undi. Apartemen tidak perlu dibeli, undi. Tapi kalau kamu jual saya usir satu lantai karena rakyat juga ada oknum yang kurang ajar begitu dapat rusun dijual, dapet pasar dijual, tapi yang dapet orang kaya lagi, anda mau bilang sosialis kalau mau bicara kita lebih ketat soal gituan," ujar Ahok.

Mahasiswa kembali memanas ketika tangan Ahok menuding ke arah muka mahasiswa. Kemudian mahasiswa tersebut dengan nada emosi mengatakan ingin menanyakan masalah penjamuran pasar.

Ahok mengatakan bahwa programnya saat ini meminta Dinas UKM untuk membeli 1500 tempat untuk dijadikan pasar tradisional.

"Anda kalau jual tanah kasih tahu saya, saya mau beli. Kita akan bikin pasar, masih enggak cukup? Jangan gunakan kalimat mana janji Anda saya tidak suka anda bilang kalimat, mana janji anda, itu tadi, tau gak," tandas Ahok.

Akibat aksi itu mahasiswa tersebut langsung ditarik oleh petugas Pamdal. Petugas pamdal berusaha menghalangi mahasiwa itu untuk terus berdebat dengan Ahok.

Seperti diketahui, BEM Universitas Bung Karno mendatangi Ahok guna menuntut pasar tradisional yang mati karena banyak minimarket sudah menjamur. Pasalnya, ada Seven Eleven yang dibuka di daerah Matraman tidak bergerak di bidang restoran cepat saji, namun di bidang minimarket.

Hal ini dianggap melanggar Peraturan Presiden nomor 22 Tahun 2007 yang bunyinya pasar tradisional harus diberikan kelayakan dan pengembangan yang baik. Mahasiswa ingin menagih janji Jokowi-Ahok yang akan meningkatkan pasar tradisional dibanding minimarket.

"Saya ingin menagih janji Wakil Gubernur sekalipun Gubernur untuk menagih janji, dan stop penjamuran minimarket," kata mahasiswa.

(mdk/hhw)


SHARE & FOLLOW


Kamu suka berita
jokowi ahok ?

Install Merdeka.com apps di Android
Dapatkan update beritanya

TAG TERKAIT




KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS