Senin, 16 September 2013 15:23:10
Ahok. ©2013 Merdeka.com



Ini tanggapan Ahok tentang wacana mobil murah pemerintah


Reporter : Agib Tanjung



Merdeka.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menanggapi pemerintah pusat tentang adanya wacana pengadaan mobil murah. Rencana tersebut dianggapnya tak masuk akal, lantaran pemerintah ingin agar masyarakat kelas menengah juga bisa merasakan fasilitas mobil murah.

Menurut pria yang akrab disapa Ahok ini, kebijakan tersebut hanya akan menguntungkan industri mobil yang ada. Selain itu, ia juga mempertanyakan kepedulian pemerintah pusat pada kemacetan di Jakarta.

"Katanya kan itu untuk masyarakat menengah bisa nikmati mobil, bukan soal green car-nya. Itu betul, alasan itu nggak kena. Itu gara-gara perseteruan pak gubernur jadi pak menteri ngomongin. Nggak kena, itu alasan yang nggak kena. Kalau semua orang bisa nikmatin mobil itu (Pak Menteri) asal ngomong juga," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (16/9).

Mantan bupati Belitung Timur ini juga mengatakan, bahwa penghasilan masyarakat di Jakarta masih banyak yang di bawah Kebutuhan Hidup Layak (KHL). Selain itu, menurutnya, penghasilan masyarakat di Jakarta memang belum mumpuni dengan kebutuhan sehari-hari yang terus meningkat. Oleh sebab itu, harus ada subsidi untuk kendaraan umum.

"Kalau konsisten cabut subsisidi BBM. Alihkan untuk bus murah. Kalau minyak murah orang kaya akan enak dan terus beli mobil. Yang lain tidak," imbuhnya.

Ahok pun mencontohkan perbedaan masyarakat zaman dulu dan sekarang ketika ingin membeli mobil. Menurutnya, apapun mobilnya, itu juga tergantung teknik pemasaran kendaraannya. Selain itu dengan masih kecilnya KHL masyarakat, orang-orang juga masih tertarik untuk memilih membeli motor.

"Industri mobil dulu, orang baru jaya belinya Kijang. Sekarang orang baru kayak nggak beli Innova, turun beli Avanza, lama-lama juga mahal. Jadi artinya ini soal teknik pemasaran kendaraan saja. KHL di Jakarta kan 2,2 juta untuk bujang. Mana bisa kalo beli mobil? Jatuhnya motor juga," paparnya.

(mdk/did)


CARA GAMPANG BACA BERITA, JOIN :
 



TAG TERKAIT




KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS

DOWNLOAD APP MERDEKA.COM