Rabu, 12 Desember 2012 12:51:35
Pupuk ilegal di Surabaya. ©2012 Merdeka.com





Polisi gerebek koperasi pengoplos pupuk bersubsidi di Jakut

Reporter : Pramirvan Datu Aprillatu


Merdeka.com - Praktik ilegal pengoplosan ribuan kilogram pupuk bersubsidi berhasil dibongkar oleh petugas kepolisian Jakarta Utara. Omset penjualan pupuk bersubsidi tersebut mencapai Rp 1 miliar.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Didi Hayamansyah mengungkapkan, praktik pengoplosan pupuk tersebut terungkap saat truk Fuso dengan nomor polisi B 9922 BHG yang dikemudikan pelaku Iwan Setiawan (28) dan Yadi Herman (32) dihentikan petugas di Jalan Tol Wiyoto Wiyono arah Tanjung Priok, Jumat (7/12) malam.

"Didapati bahwa pupuk tersebut merupakan pupuk subsidi yang hendak dioplos di Koperasi Putri Saju dengan pemilik berinisial SBN. Petugas pun melakukan pengembangan dan berhasil menangkap SBN sang pemilik usaha tersebut," katanya di Pasar Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (12/12).

Menurutnya, omzet per bulan dari penjualan pupuk dengan label bersubsidi tersebut mencapai Rp 1,5 miliar. Untuk satu karung ukuran ukuran 50 kg pelaku mendapat keuntungan puluhan ribu rupiah.

"Pelaku membeli pupuk bersubsidi di Tegal Jawa Tengah seharga Rp 97.500 per karung, lalu setelah mengganti warna pupuk dari oranye menjadi putih, pelaku memasukan pupuk itu ke karung nonsubsidi dan menjualnya seharga pupuk nonsubsidi senilai Rp 160.000 per karung," ungkapnya.

Pelaku dijerat Pasal 60 Ayat (1) Huruf f Undang-undang RI No 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman, dan Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 dan 10 UU RI No 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.

"Tersangka diancam hukuman 5 tahun penjara dengan denda di atas Rp 200 juta. Selain itu, tindakan ini juga sudah pasti merugikan negara. Hanya besaran pastinya masih kita lalukan penyelidikan," tutupnya.

Barang bukti yang disita antara lain satu unit mobil merek Mitsubishi dengan nomor polisi B 9922 HG, 440 karung masing-masing seberat 50 kg berlabel pupuk urea (nonsubsidi), 50 karung kosong bertuliskan pupuk bersubsidi, 49 karung kosong bertuliskan pupuk nonsubsidi, 15 jeriken masing-masing 30 liter cairan zat kimia pemutih pupuk urea, 3 lembar surat jalan, 3 unit mesin jahit karung, 1 timbangan, 2 buah sekop.

(mdk/dan)


SHARE & FOLLOW



TAG TERKAIT




KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS