Selasa, 19 Juni 2012 13:44:31
narkoba. merdeka.com/shutterstock





Polisi: Perumahan di Jaksel target empuk pemadat

Reporter : Arbi Sumandoyo


Merdeka.com - Polres Jakarta Selatan merilis jumlah kejahatan di Jakarta Selatan dalam kurun waktu Januari sampai Mei 2012. Hasilnya, penanganan kasus kejahatan narkoba menduduki peringkat pertama.

Menariknya, lokasi yang sering dijadikan tempat peredaran atau penggunaan narkoba terjadi di wilayah pemukiman biasa atau perkampungan.

"Untuk tindak kejahatan narkoba, lokasi yang paling banyak penggunanya justru di beberapa perkampungan," kata Kasubag Humas Polres Jakarta Selatan, Kompol Aswin, Selasa (19/6).

Aswin menjelaskan, selain kawasan perkampungan, pemukiman penduduk tipe sederhana juga turut menyumbang kasus kejahatan narkoba yang cukup besar. Dalam data yang didapat merdeka.com, untuk bulan Mei saja ada 70 kasus narkoba yang terjadi di lingkungan Polres Jakarta Selatan.

Sebanyak 37 kasus kejahatan narkoba terjadi di perumahan biasa sedangkan 20 kasus lainnya terjadi pada perumahan sederhana. Kemudian 7 kasusnya di tempat umum dan enam di tempat keramaian.

"Tempat keramaian yang dimaksud seperti pasar bahkan mal," tambahnya.

Namun Aswin belum bisa menjelaskan, apakah faktor ekonomi menjadi salah satu penyebab tingginya angka pengungkapan kasus narkoba di wilayah Jakarta.

"Bisa saja orang konsumsi narkoba karena stres karena kemiskinan tapi hasil penangkapan itu dialami oleh berbagai jenis kalangan," katanya.

Lebih lanjut Aswin menambahkan, narkoba yang paling banyak ditemukan wilayah kerjanya adalah jenis narkoba, ganja, sabu-sabu, dan putaw. Diduga maraknya peredaran barang haram itu karena paling mudah didapat.

Apapun yang menjadi alasan, polisi berjanji akan memberantas habis peredaran narkoba sampai tuntas terutama di wilayah Jakarta Selatan. Dia pun berjanji akan menindak tegas pelaku baik bandar, pengedar maupun pemakai.

"Narkoba memang menjadi perhatian utama pihak kepolisian untuk diberantas," tegas Aswin.

(mdk/lia)


SHARE & FOLLOW



TAG TERKAIT




KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS