Jumat, 8 Juni 2012 13:27:36
senjata rakitan. merdeka.com/Arie Basuki



Polisi sita pistol FN rakitan dari penggerebekan di Cipacing


Reporter : Henny Rachma Sari



Merdeka.com - Penggerebekan yang dilakukan aparat Subdit Resmob Polda Metro Jaya di kawasan Cipacing, Jawa Barat, Jumat (8/6) menemukan berbagai senjata rakitan dan pelurunya. Sejumlah peralatan pembuat pistol juga diamankan.

Di pabrik rumahan itu, polisi menemukan satu set mesin bubut untuk memproduksi senjata api, 6 pucuk senpi rakitan jenis FN berikut lima magazen, 4 pucuk rangkaian senpi yang belum jadi, dan 156 butir peluru tajam.

Selain itu, polisi juga menyita sejumlah perangkat seperti 2 unit CPU yang digunakan pelaku untuk menghimpun data melalui internet tentang senjata api, 1 unit mesin drill press, 3 unit alat press, 1 unit mesin bor, 1 unit gergaji besi, 4 buah sablon, 13 bahan untuk laras, 5 rangka bodi senpi, 3 buah cetakan laras, 1 buah replika senpi, 3 buah rangka megazen, dan uang tunai Rp 5 juta.

Sementara dua tersangka pembuat Doni dan Teten akhirnya tewas ditembak aparat kepolisian karena mencoba melarikan diri. Saat ini empat orang tersangka lainnya masih buron, yakni A, B dan KI yang berperan sebagai perantara dan KO selaku kurir.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Toni Harmanto, mengatakan penggerebekan ini bermula dari informasi salah seorang tersangka pencurian dengan kekerasan yakni Wongso yang beraksi di toko emas Ciputat, Tangerang Selatan.

"Wongso mengaku mendapatkan senjata api rakitan yang digunakannya merampok dari seseorang bernama Doni Buntung di Cipacing, Sumedang, Jawa Barat," jelas Toni saat rilis di Mapolda Metro Jaya, Jumat (7/6).

Polisi kemudian menangkap Doni pada Selasa (6/6) lalu di Cileunyi, Jawa Barat dengan barang bukti 3 pucuk senjata api FN rakitan. Dari pengakuan Doni, senjata api rakitan itu diperoleh dari Teten di Cipacing, Sumedang, Jawa Barat. Teten berperan sebagai perakit senjata api.

(mdk/bal)


CARA GAMPANG BACA BERITA, JOIN :
 



TAG TERKAIT




KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS

DOWNLOAD APP MERDEKA.COM