Minggu, 24 Juni 2012 14:16:54
Discount-discount PRJ 2012. merdeka.com/imam buhori



SPG cantik pun banjiri PRJ


Reporter : Saugy Riyandi



Merdeka.com - Tak hanya keramaian pengunjung dan stan promosi saja yang bisa dinikmati saat berkunjung ke Pekan Raya Jakarta (PRJ). Di tempat itu, ratusan Sales Promotion Girl (SPG) cantik dan ramah menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Para SPG ini dihadirkan untuk mendongkrak penjualan produk yang dijual di PRJ. Biasanya, SPG-SPG cantik itu dapat kita jumpai di stan otomotif, barang-barang elektronik dan rokok.

Kecantikan mereka memang menjadi nilai jual tersendiri. Percaya tidak percaya, terkadang para pengunjung bisa terlena membeli barang yang mereka tawarkan karena keramahan mereka.

Eits, tunggu dulu. Meski ramah, mereka tetap profesional. Tak bisa dipungkiri, sesekali ada saja pengunjung nakal yang coba menggoda mereka.

Salah satu SPG rokok, Farah, mengaku cukup senang dengan pekerjaannya itu. Apalagi kali ini dia berjaga di satu acara besar yang tidak akan pernah sepi pengunjung.

Selama kegiatan PRJ, Farah mematok tarif Rp 450 ribu per hari. Dengan bayaran yang tinggi itu, dia juga harus menjual minimal lima slop rokok.

"Ada target penjualan minimal lima slop terjual," katanya kepada merdeka.com di Arena PRJ Sabtu kemarin.

Gadis berumur 20 tahun ini memang berniat menjadi SPG karena iseng mengisi hari libur kuliah. Dia mengaku sudah dua kali menjalankan profesi SPG di arena PRJ.

"Sudah dua kali. Tahun lalu, saya juga SPG di Honda," ujar mahasiswi Universitas Budi Luhur ini.

Menjadi SPG memang menjadi profesi yang sering dicari para mahasiswi. Selain menambah uang jajan, para mahasiswi juga dapat mengisi hari libur mereka. Namun, mereka mengaku hal yang tidak enak adalah sering digoda para hidung belang.

"Ada saja godaannya, lebih sering diajak jalan-jalan," katanya.

Hal senada juga dikatakan oleh Nina, salah satu SPG otomotif. Kalau pun dihadapkan dengan situasi yang demikian, Nina mengaku cuek dan tidak tergoda. Biasanya Nina pura-pura tak mendengar dan tak juga memberikan senyuman.

"Kita si di sini profesional saja. Banyak yang ngajak tapi saya senyumin aja. Tidak terlalu diladenin," pungkasnya.

(mdk/ren)


CARA GAMPANG BACA BERITA, JOIN :
 






KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS

DOWNLOAD APP MERDEKA.COM