Rabu, 20 Maret 2013 15:00:08
Penggusuran. ©2013 Merdeka.com



Warga Jatinegara cegat Jokowi minta jangan digusur


Reporter : Muhammad Sholeh



Merdeka.com - Ratusan warga Perumahan Srikandi, Jatinegara Kaum, Jakarta Timur melakukan aksi demonstrasi di depan kantor Balai Kota Jakarta. Tujuan aksi sebagai bentuk protes kepada pemerintah yang berencana menggusur 140 kepala keluarga di perumahan tersebut.

Aksi yang menamakan dirinya sebagai Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) sejak siang hingga kini masih bertahan di depan kantor Balai Kota. Sejumlah aparat kepolisian berjaga-jaga dan sebagian yang lain mengatur arus lalu lintas.

Koordinator SRMI, Edi Satimin menyatakan, dengan rencana digusurnya ratusan warga tersebut, menandakan Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Jokowi dianggap bukan hanya gagal memenuhi hak dasar rakyat atas penghidupan yang layak. Tetapi juga melegalkan perampasan tanah rakyat.

"PT Buana Estate telah merekayasa bukti kepemilikan tanah tersebut. Namun dibenarkan oleh institusi peradilan. Sedangkan warga yang punya bukti sah sejak tahun 1998 justru dinyatakan bersalah," jelas Edi dalam orasinya, Jakarta, Rabu (20/3).

Pantauan merdeka.com, saat ini, demonstran-demonstran sedang duduk-duduk di pintu gerbang masuk Balai Kota. Setelah beberapa saat teriak-teriak untuk menyampaikan aspirasinya.

Namun, sudah ada perwakilan peserta demo yang telah masuk dan menunggu Jokowi keluar dari ruangannya. Mereka duduk-duduk di teras depan Kantor Balai Kota.

Mereka berencana mencegat Jokowi sebelum kembali melakukan agenda di luar Balai Kota. Pendemo meminta kepada Jokowi untuk melindungi warga Srikandi, Jatinegara kaum yang akan digusur tersebut. Dan mencegah adanya aksi premanisme yang meneror warga selama ini.

"Hentikan penggusuran kampung Srikandi, dan batalkan HGB 123. Selain itu, tangkap preman-preman yang suka mengintimidasi warga," keluh Edi.

(mdk/ian)


CARA GAMPANG BACA BERITA, JOIN :
 





KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS

DOWNLOAD APP MERDEKA.COM