Senin, 1 Oktober 2012 17:31:00
Daihatsu Ayla (Foto: Nazar Ray)



Daihatsu akan kembangkan mesin mobil 2-silinder


Reporter : Otosia.com



Merdeka.com - Setelah mewujudkan mesin Agya - Ayla sebagai penyempurnaan keluarga mesin berkode 1KR, pihak Daihatsu kelak akan memangkas jumlah silinder dari yang sebelumnya cuma tiga menjadi dua silinder saja. Satriyo Budiutomo, Executive Coordinator Development Project Team Research and Development Division, memaparkan hal ini di IIMS 2012, Minggu (30/09).

"Dengan turbocharger, kami akan mengalihkan penggunaan mesin 3 silinder menjadi mesin 2 silinder. Jumlah komponennya pun akan lebih sedikit supaya mesin menjadi lebih ringan," paparnya.

Menurutnya, blok mesin yang digunakan nanti juga akan lebih ringan karena tidak lagi menggunakan logam biasa, tetapi ke logam mulia. Dengannya diestimasikan bahwa bobot mesin akan berkurang hingga 30 persen.

Mesin Agya - Ayla yang diproduksi Astra Daihatsu Motor sendiri sudah mengalihkan penggunaan besi cor menjadi alumunium dalam membuat blok mesin. Jantung pacu yang kemudian menggunakan kode khusus Indonesia 1KR-DE itu juga menggunakan tutup kepala silinder berbahan resin plastik untuk memangkas bobot.

Tata letak bagian-bagian mesin 1KR-DE pun kini lebih lega. Salah satunya karena menggunakan desain integrated exhaust manifold, yang tidak lagi terbagi tiga pipa untuk tiga saluran pembuangan, tetapi satu pipa ke tiga saluran.

Semuanya kini terintegrasi pada kepala silinder sehingga saluran buang lebih pendek, disatukan dengan catalytic converter dan tempat untuk sensor oksigen.

Tak ketinggalan, Mesin 1KR-DE mempertahankan tradisi penggunaan DOHC atau double overhead camshaft yang memakai dua noken as di kepala silinder. Sistem ini membuat proses kerja menjadi lebih presisi pada putaran tinggi.

Kapasitas mesin kecil dengan turbocharger boleh jadi akan menjadi tren baru karena terhitung lebih realistis dan tidak memakan biaya pengembangan yang terlalu besar ketimbang teknologi futuristik semacam hybrid dan lainnya.

Hal ini terlihat dari fakta bahwa mesin kecil dengan tenaga besar kerap menjadi juara dalam kontes International Engine of the Year. Di tahun ini, pemenangnya adalah mesin 999 CC 3-silinder Ford EcoBoost.

Keunggulan mesin yang disebut bersaing ketat dengan mesin 3-silinder Toyota Aygo ini antara lain sanggup merespons perangkat turbo secara ekstrim, yang dalam uji cobanya nyaris mencapai 250.000 rpm, tanpa memperlihatkan adanya turbo lag (pelambatan), dengan torsi maksimal 107 Nm.

Faktor kedua, exhaust manifold (pipa-pipa buangan sisa pembakaran di mesin) yang terhubung ke kepala silinder menurunkan temperatur panas dari gas buang sekaligus mengoptimalkan pertemuan antara udara dan bahan bakar saat mesin digas semaksimal mungkin.

Faktor ketiga, desain blok memiliki sistem pendinginan yang terbagi dua, dan memudahkan mesin cepat panas sekaligus memangkas energi (untuk memanaskan mesin) hingga 50 persen dibanding blok mesin berbahan aluminium lainnya. Adapun faktor keempat, dua sabuk (belt) pada mesin utama direndam ke oli sehingga suara mesin tidak berisik.

(kpl/why/bun)



CARA GAMPANG BACA BERITA, JOIN :
 



TAG TERKAIT




KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS

DOWNLOAD APP MERDEKA.COM