MERDEKA.COM » PEMILU 2014



PBB nilai LSI Denny JA tidak netral

Reporter : Randy Ferdi Firdaus


Merdeka.com - Partai Bulan Bintang (PBB) tak mau ambil pusing soal hasil survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia ( LSI ) kemarin. Dalam survei itu, PBB diprediksi tak lolos Parliamentary Threshold (PT) 3,5 persen.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP PBB, Endang Rudiatin mengatakan, pihaknya tak bisa menjadikan hasil survei LSI menjadi tolak ukur peta politik partainya jelang pemilu tahun depan. Menurut dia, lembaga milik Denny JA itu adalah konsultan politik partai tertentu.

"Hasil survei lembaga yang sudah menjadi konsultan politik parpol tertentu, kami (PBB) tidak bisa jadikan masukan maupun pembanding karena jelas sangat bias dan tentu tidak dapat dipertanggungjawabkan," kata Endang saat dihubungi, Senin (21/10).

Endang menilai, hasil survei yang kredibel sangat bertumpu pada isi kuesioner dengan topik kuesioner yang fokus. Apabila targetnya persentase pemilih partai politik (parpol), kata dia, kuesionernya harus tentang parpol.

Demikian juga bila targetnya elektabilitas calon presiden (capres), lanjut dia, kuesionernya dalam penelitian harus dipisahkan. Hal ini, berdampak pada kuesioner yang dirancang untuk menggiring jawaban responden kepada jawaban tertentu, akan menghasilkan bias yang tinggi dan tentunya hasil survei itu menjadi sulit untuk dipertanggungjawabkan.

"Bagaimana langkah-langkah LSI merancang surveinya, saya tidak tahu persis," terangnya.

Karena itu, ia menambahkan, PBB tidak berpegang pada satu hasil survei lembaga tertentu untuk menilai kinerja partai. Sebab itu, PBB perlu membandingkannya dengan hasil survei lembaga lain dan tentunya PBB juga membuat riset-riset di beberapa Daerah Pemilihan (Dapil) untuk memperkuat penilaian kinerja partai.

"Yang penting bagi kami hasil akhirnya. Hasil-hasil survei sebagai masukan dan pembanding terhadap yang sudah kami lakukan," pungkasnya.

(mdk/ren)


SHARE & FOLLOW





KOMENTAR ANDA





BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS