Jumat, 29 November 2013 06:01:00
Korban penganiayaan preman Meruya. ©2013 Merdeka.com/Al Amin




5 Derita mahasiswa jadi korban jawara Meruya


Reporter : Al Amin



5. Pelaku bentak korban dengan kalimat kasar


Tak hanya kekerasan fisik yang diterima Widya Pratna (22) dari Hasanudin alias Pelor (40) dan Edi Sarwono alias Edi (37). Korban juga mendapat kekerasan psikis dari para pelaku. Pelaku berkali-kali membentak korban

Saat Widya menanyakan soal maksud Pelor menjemputnya di rumah kontrakannya, pelaku justru menghardik korban. "Diem lo. Ikut aja sama gua. Jangan banyak omong, ikut aja udah," ujar Widya saat ditemui merdeka.com di rumahnya di Jl H. Merlin RT 3 RW 4, Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat, Kamis (28/11).

Tak hanya itu, saat di lokasi penyiksaan, pelaku juga berkali-kali mengancam korban. "Awas lo kalau kenapa-kenapa sama anak, gua gorok leher lo," ancam Pelor.

Setelah sekitar satu jam menyiksa dan menganiaya, tersangka kemudian melepaskan korban di Lawson. Korban kemudian dijemput oleh temannya yang tengah melintas.

Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka bakar terkena knalpot di pergelangan kaki kanan, rusuk sebelah kiri membiru, pergelangan tangan membengkak akibat ikatan tambang, dan dengkul luka akibat diseret.

"Kata visum dokter Graha Kedoya, saya mengalami luka dalam," ujar Bodong sambil menunjuk dada kirinya.

Baca juga:
Widya diikat, diseret, & dianiaya di lapangan oleh jawara Meruya
Ini lokasi dan cara mahasiswa digantung jawara Meruya
Selain digantung di pohon, Widya juga mau digorok jawara Meruya
Kasus perbudakan karyawan, aparat desa tahu bisnis usaha Yuki
Ini korban penganiayaan yang digantung jawara Meruya di pohon

(mdk/dan) KEMBALI KE INTRO


CARA GAMPANG BACA BERITA, JOIN :
 





KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS

DOWNLOAD APP MERDEKA.COM