Sabtu, 4 Agustus 2012 06:04:00
Ustad Aa Gymnastiar. Kapanlagi.com





Aa Gym, kisah jatuh bangun ustaz 'penjaga hati'

Reporter : Ramadhian Fadillah


Merdeka.com - Tahun 1990-an, pengajian di Jl Geger Kalong itu belum terlalu ramai. Hanya beberapa puluh orang yang setia mendengar ceramah seorang ustaz muda bernama Abdullah Gymnasiar.

"Dulu tertarik konsep bagaimana iklash. Bagaimana orang harus sabar. Jamaahnya hanya beberapa gelintir saja," ujar Reza, seorang warga Geger Kalong yang menjadi pendengar setia Abdulah Gymnastiar alias Aa Gym. Hal itu disampaikan Reza dalam perbincangan dengan merdeka.com beberapa waktu lalu.

Tak butuh waktu lama, Konsep Manajemen Qalbu (MQ) yang diusung Aa Gym kemudian menarik perhatian banyak orang. Konsep 'jagalah hati' ternyata disukai masyarakat. Terutama kalangan remaja dan ibu-ibu yang sedang semangat-semangatnya mempelajari agama.

Maka tak butuh waktu lama, pesantren Daarut Tauhid milik Aa Gym berkembang pesat. Hal itu diikuti dengan munculnya kerajaan bisnis milik Aa Gym. Kawasan sekitar Daarut Tauhid di Jl Geger Kalong Bandung disulap menjadi sentra perusahaan Manajemen Qalbu. Mulai dari hotel, supermarket, penerbitan buku, event organizer, aneka butik, hingga radio dan televisi. Aa Gym bahkan punya merk minuman cola sendiri. Minuman berkarbonat itu diberi nama MQ Cola.

Puluhan ribu jamaah datang ke Jl Geger Kalong untuk bertemu Aa Gym. Warga di sekitar Jl Geger Kalong pun ramai-ramai mengubah rumah mereka menjadi guest house atau penginapan. Tamu yang datang tak bisa lagi ditampung di hotel sekitar Pasteur dan Jl Setiabudhi. Bukan hanya dari seluruh pelosok Indonesia, tamu datang dari beberapa negara Jiran.

"Tahun 2005 sampai 2006, hampir setiap Minggu kami membawa tamu dari Pekanbaru, Medan atau Surabaya ke Daarut Tauhid. Satu rombongan bisa 50 orang. Dulu bisnis pemandu wisata dan event organizer laku keras di Daarut Tauhid," aku Denny, mengenang masa jaya perusahaan Travel miliknya. Ketika Daarut Tauhid sepi, bisnis Travel milik Denny ikut bangkrut.

Aa Gym mungkin menjadi ustaz yang paling populer saat itu. Sang ustaz tidak pernah absen tampil di televisi dan radio. Aa Gym tak ubahnya selebritis yang diburu kalangan infotainment. Dia naik pesawat tempur, menunggang kuda, menyelam dan naik motor besar. Era 2000an, tak ada ulama yang bisa menandingi kepopuleran Aa Gym.

Angin kencang kemudian menerpa Aa Gym. Tahun 2006, Sang kyai mengakui dirinya menikah lagi dengan seorang janda cantik bernama Alfarini Eridani atau Teh Rini. Penganggumnya yang kebanyakan ibu-ibu dan remaja, tak mampu menerima kenyataan itu. Maka badai mulai menggoyang Aa Gym dan bisnis miliknya.

Muncul gerakan memboikot MQ dan ceramah-ceramah Aa Gym. Kunjungan ke Daarut Tauhid terus berkurang drastis. Bisnis Aa Gym satu per satu runtuh. Ratusan pegawai MQ dirumahkan karena perusahaan tak mampu membayar gaji mereka. Aa Gym bertahun-tahun tidak pernah muncul di media. Dia merasa telah dizalimi oleh media. Namanya meredup. Tak ada kabar soal aktivitasnya selain soal permasalahan rumah tangganya.

Istri pertama Aa Gym, Teh Ninih atau Mutmainah kemudian menggugat cerai suaminya. Pasangan yang dulu selalu tampil mesra ini, akhirnya bercerai. Belakangan keduanya menikah kembali. Peran Teh Ninih memang sangat besar dalam kehidupan Aa Gym. Wanita inilah yang jatuh bangun mendampingi suaminya yang kala itu baru jadi juru parkir dan tukang jualan koran.

"Sejujurnya saya dulu sangat terperdaya oleh ujian popularitas, ujian kemudahan, kelapangan, kekaguman orang, dan itu membuat hidupnya jadi artifisial jadi dakwah itu dikemas demi senang orang saja, bukan dakwah demi diridhoi Allah, semoga Allah mengampuni," terang Aa Gym bulan April lalu.

Popularitas Aa Gym kini memang tak setenar dulu. Jajaran ustaz pesohor baru kini menggantikan Aa Gym. Namun Aa Gym kini mengaku sudah tidak peduli popularitas. Hidupnya hanya untuk mencari ridho penciptanya.

"Pantang bagi seorang mubaligh untuk bersikap agar dia disukai jamaahnya, tidak diridhoi Allah. Dakwah itu bukan mencari nafkah, popularitas, kekaguman," kata Aa Gym.

(mdk/ren)


SHARE & FOLLOW






KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS