Kamis, 25 April 2013 14:54:54
Antasari Azhar. Merdeka.com/Dwi Narwoko



Antasari mengaku belum merasakan keadilan


Reporter : Baiquni



Merdeka.com - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar mengadukan nasibnya selama didera kasus pembunuhan Dirut PT Rajawali Putra Banjaran Nasruddin Syamsuddin ke Mahkamah Konstitusi (MK). Dia mengaku tidak mendapat keadilan selama proses persidangan atas kasusnya berlangsung di pengadilan.

"Keadilan belum kami rasakan," ujar Antasari dalam sidang perbaikan permohonan uji materi di Gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (25/4).

Antasari mengatakan, ketidakadilan itu terdapat sejak proses penyelidikan dan penyidikan. Menurut dia, proses penyelidikan dan penyidikan itu dijalankan tanpa melampirkan surat izin dari Kejaksaan Agung.

"Tidak ada satupun surat izin dari Kejagung. Terkait hal itu, kami sudah melakukan pembelaan pada tingkat pertama, banding, kasasi dan PK, namun majelis hakim tidak ada yang memperhatikan hal ini," kata Antasari.

Selanjutnya, Antasari mengaku memiliki sejumlah novum (bukti baru) terkait kasusnya. Namun demikian, dia merasa kebingungan menyampaikan novum itu lantaran KUHAP hanya membolehkan PK diajukan satu kali.

"Belum kami sampaikan keadaan baru yang tidak terbantahkan, lalu ke mana kami bisa sampaikan? Sementara kami tidak bisa lagi mengajukan PK," terang Antasari.

Lebih lanjut, dalam persidangan kali ini Antasari memasukkan dua orang anggota keluarganya sebagai pemohon tambahan. Kedua orang itu adalah sang istri, Ida Laksmiwati dan puterinya, Ajeng Oktarika Antasari Putri.

"Dengan kerendahan hati, kami memohon untuk dijadikan pemohon agar kami dapat berkumpul kembali," pinta Ida.

Atas hal itu, Mahkamah mengabulkan permohonan penambahan pemohon dalam perkara uji materi Pasal 268 Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) terkait pengajukan PK yang dimohonkan oleh Antasari.

"Sidang pemeriksaan dinyatakan selesai, Selanjutnya akan masuk ke pokok perkara pada persidangan berikutnya," ujar Hakim Konstitusi Ahmad Fadlil Sumadi selaku hakim ketua.

(mdk/did)


CARA GAMPANG BACA BERITA, JOIN :
 



TAG TERKAIT




KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS

DOWNLOAD APP MERDEKA.COM