Minggu, 11 November 2012 18:42:31
Ilustrasi Teroris. ©shutterstock.com/Marijus Auruskevicius





Brimob dan teroris baku tembak di Makassar

Reporter : Andi Angelina


Merdeka.com - Pagi tadi Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo dilempar menggunakan bom pipa. Ternyata aksi teror tidak berhenti di sana.

Sore harinya, dua orang terduga teroris dan Brimob Polda Sulsel terlibat baku tembak. Kejadian itu terjadi di perumahan Bukit Hijau Permai, Desa Pammanjengan, Maros, Sulawesi Selatan.

Berdasarkan informasi dari sumber merdeka.com di lapangan, kejadian terjadi sekitar pukul 15.40 WITA. Polisi mengejar 2 terduga teroris yang menggunakan sepeda motor Mio warna hitam diketahui membawa senjata api jenis FN dalam kantong plastik putih.

Pelaku yang menggunakan busana putih dan jaket jins ini sempat menjatuhkan senjatanya saat berusaha melarikan diri dari kejaran aparat. Sementara, Brimob Polda Sulsel dan keduanya mengeluarkan tembakan.

Saat ini, aparat gabungan yang terdiri dari Polda Sulsel, Polrestabes dan Brimobda Sulsel masih melakukan pengejaran. Polisi tengah melakukan terhadap kedua pelaku diduga masih bersembunyi di areal persawahan.

Sebelumnya, sebuah bom molotov berdaya ledak tinggi dilemparkan ke atas panggung saat Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo memberi sambutan kepada peserta gerak jalan santai HUT Partai Golongan Karya di Monumen Mandala, Jl Jenderal Sudirman, Makassar.

Beruntung, bom dengan radius ledakan 500 meter itu, hanya mengeluarkan asap setelah mencapai panggung. Bom Molotov dari pipa paralon berisi 50 buah paku sepanjang 4 centimeter itu, dilemparkan dari jarak 10 meter oleh pelaku bernama Awaluddin (25).

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, AKBP Endi Sutendi mengatakan jika pelaku hanya suruhan. "Dia mengakui mendapat bom dari seseorang, dan hanya bertugas melempar ke atas panggung," jelas Endi.

(mdk/tyo)


SHARE & FOLLOW



TAG TERKAIT




KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS