Kamis, 16 Mei 2013 13:13:45
Briptu Rani. ©2013 Merdeka.com



Briptu Rani menghilang diduga karena foto syur beredar


Reporter : Moch. Andriansyah



Merdeka.com - Polwan cantik anggota Polres Mojokerto, Jawa Timur, Briptu Rani Indah Yuni Nugraeni memang telah mengundurkan diri dari kepolisian, Rabu siang kemarin (15/5), di Mabes Polri. Namun, pengunduran diri Polwan kelahiran Bogor pada 18 Juni 1988 silam itu, masih menyisakan misteri.

Setelah tiga bulan menghilang pasca menjalani vonis hukuman khusus selama 21 hari dalam sidang kode etik karena kasus desersi (tidak masuk tanpa izin), ibu satu anak yang tinggal di Desa Wonokusumo, Mojokerto itu, oleh Polres Mojokerto ditetapkan sebagai DPO alias buron pada 25 April. Sidang kode etik di Mapolres Mojokerto itu, digelar pada 16 Januri lalu.

Selanjutnya, pihak Propam Polres Mojokerto melakukan pencarian hingga di rumahnya yang berada di Komplek Neglasari I, Jalan Negla Suci 26, Kel Pesanggrahan, Ujung, Bandung dan di daerah Bogor. Namun, tim khusus dari Polres Mojokerto itu, tak berhasil menemukan putri Kapolsek Cibeuyeng Kaler, Kota Bandung, Kompol Maedi.

Setelah dicari-cari oleh polisi, tiba-tiba Briptu Rani dikabarkan telah mendatangi Mabes Polri dengan ditemani keluarganya. Janda dari anggota Brimob Polda Jawa Timur, Briptu E, yang juga dikabarkan dipecat karena indispliner ini, datang ke Mabes Polri untuk menyerahkan surat pengunduran dirinya dari kepolisian.

"Yang bersangkutan memang sudah ditemukan. Kemarin kan sudah saya sampaikan. Dia datang ke Mabes Polri ditemani ibunya untuk menyerahkan surat pengunduran dirinya. Untuk di Polda Jatim sendiri masih belum," terang Kasubdit Penmas Bid Humas Polda Jawa Timur, AKBP Suhartoyo, Kamis (16/5).

Sayang, seperti yang disampaikan Suhartoyo pada Rabu sore kemarin, dia tetap enggan membeber latar belakang pengunduran diri dan penyebab menghilangnya Briptu Rani selama tiga bulan tersebut. "Ada banyak faktor. Namun, yang bersangkutan diketahui menghilang pasca vonis hukuman 21 hari karena kasus desersi pada Januari lalu. Sehingga pihak kepolisian menyatakan DPO pada yang bersangkutan," tegas dia enggan menyebut secara rinci faktor hilangnya Briptu Rani.

Sementara informasi yang beredar di internal kepolisian, Briptu Rani menghilang karena malu foto-foto syurnya beredar luas di masyarakat. Bahkan dari golongan anggota polisi juga menerima foto-foto 'panas' Briptu Rani melalui BlackBerry-nya. "Kabarnya memang seperti itu, benar tidaknya saya kurang paham. Tapi, informasi tersebut sudah didengar di lingkungan Polda Jatim," kata salah satu anggota Polda Jawa Timur.

Kapolres Mojokerto AKPB Eko Puji Nugroho sendiri, ketika dikonfirmasi terkait informasi beredarnya foto-foto hot Briptu Rani tersebut, mengaku tidak tahu menahu soal itu. "Yang Jelas dia memang sudah kami tetapkan sebagai DPO dan sudah kami sampaikan ke Polda Jatim dan Mabes Polri untuk menangkap dia (Briptu Rani) jika menemukannya," kata mantan Kasat Reskoba Polrestabes Surabaya itu.

Namun, perwira dengan dua melati di pundak ini juga mengaku lega, setelah menerima kabar kalau Polwan dengan tinggi badan 165 cm dan pemilik berat badan 60 kg itu sudah ditemukan, serta sudah mendatangi Mabes Polri.

Terkait masalah dugaan adanya keterlibatan pihak keluarga yang membantu Briptu Rani bersembunyi dari pencarian polisi, Eko Puji tak mau menduga-duga. Orang nomor satu di jajaran Polres Mojokerto ini justru meminta pihak keluarga yang bersangkutan ikut membantu pihak kepolisian menemukan Briptu Rani.

"Terlebih lagi, yang bersangkutan ini kan dari keluarga polisi, orang tuanya seorang Kapolsek di daerah Bandung. Jadi kami berharap pihak keluarga turut membantu," tandas Eko Puji.

(mdk/ian)


CARA GAMPANG BACA BERITA, JOIN :
 






KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS

DOWNLOAD APP MERDEKA.COM