Selasa, 21 Mei 2013 16:53:16
Menko Polhukam . ©2012 Merdeka.com/Dwi Narwoko



Cara Djoko Suyanto lawan kampanye tokoh OPM di luar negeri


Reporter : Yulistyo Pratomo



Merdeka.com - Menteri Politik, Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto memiliki cara sendiri dalam menyanggah kampanye tokoh Organisasi Papua Merdeka (OPM), Benny Wenda ke dunia internasional. Terlebih, pemerintah tidak mampu melarang negara-negara yang mengundang Benny ke setiap forum.

"Upaya selalu ada, ke negara-negara MSG (Melanesian Spearhead Group) ada. Duta besar Australia, New Zealand, utusan menlu ke Fiji. Kemarin secara pendalaman meyakinkan forum MSG, lalu ke Oxford, jadi tidak lepas tangan," kata Djoko di Istana Negara, Jakarta, Selasa (21/5).

Langkah Benny untuk mengkampanyekan kemerdekaan Papua ke sejumlah negara, terutama negara-negara yang menganut paham demokrasi tidak dapat dihalangi. Kondisi itu menyebabkan tokoh OPM tersebut bisa dengan bebas menyebutkan dugaan pelanggaran HAM di provinsi paling timur Indonesia.

"Sekarang Benny kampanye di negara demokratis, apa bisa dilarang? Kita enggak boleh melarang, pemerintah Inggris juga tak boleh melarang," tandasnya.

Karena tidak bisa menghalangi langkah yang dilakukan Benny yang selalu memojokkan pemerintah, Djoko memiliki cara sendiri guna meyakinkan forum internasional terkait perkembangan di Papua.

"Saya ke luar negeri selalu bawa leaflet, bawa CD. Itu buat kasih info mengenai perkembangan di Papua. Itu kan upaya, penjelasan pada publik, dunia internasional soal otonomi khusus di Papua," ungkapnya.

Meski demikian, cara itu tidak dilakukannya sendiri. "Tidak hanya kementerian saya, kementerian luar negeri, kedutaan, dan sebagainya," pungkasnya.

(mdk/ren)


CARA GAMPANG BACA BERITA, JOIN :
 





KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS

DOWNLOAD APP MERDEKA.COM