Senin, 10 Juni 2013 22:33:42
garis polisi. shutterstock



Dorong motor, buruh pabrik tewas ditabrak kereta


Reporter : Moch. Andriansyah



Merdeka.com - Nasib nahas dialami Rizal. Pria asal Jombang, Jawa Timur itu tewas tersambar kereta api di daerah perbatasan Surabaya-Waru. Rizal menyeberang jalur kereta api, karena sepeda motornya kehabisan bensin.

Saksi mata, Bahri menjelaskan sebelum peristiwa tersebut terjadi, dirinya melihat dua pemuda berhenti di pinggir jalan tepat di depan Bundaran Waru.

"Terus saya lihat dia turun dari motor langsung menyeberang rel. Padahal ada kereta dari arah utara ke selatan. Tubuhnya langsung terpental di sisi barat rel," ungkap Bahri di lokasi kejadian, Senin (10/6).

Melihat temannya tewas tersambar kereta, rekan korban yang semula menunggu di atas kendaraan Yamaha Jupiter 4 2340 XK milik korban langsung lari ketakutan.

"Dia lari sampai di depan pintu keluar Terminal Bungurasih. Dia saya kejar, dia bilang nggak kenal sama korban, tapi tetap saya bawa ke sini," katanya.

Bahri menambahkan, pria yang sempat melarikan diri tersebut akhirnya mengaku kalau dirinya merupakan rekan seprofesi korban.

"Dia akhirnya ngaku kalau satu kerjaan dengan korban di Waru Gunung. Katanya dia dan korban sedang jalan-jalan menggunakan motor korban, ketika sampai di Bundaran Waru, ngakunya bensinnya habis," lanjut Bahri.

Karena peristiwa nahas tersebut berlangsung dengan cepat, maka Bahri dan beberapa saksi mata yang ada di lokasi tidak bisa menjelaskan kronologi secara mendetail.

"Waduh saya nggak tahu kereta apa tadi, tapi yang jelas keretanya dari arah Stasiun Wonokromo, Surabaya menuju selatan, jenis keretanya saya nggak tahu pasti, barusan juga sudah berangkat lagi keretanya," papar Bahri yang kemudian diamini beberapa saksi lain.

Sementara itu, salah satu petugas Kepolisian setempat mengamankan rekan berikut motor korban yang belum diketahui identitasnya.

"Saya tidak tahu pak. Tadi dia (Rizal) bilang ke saya disuruh nunggu mau beli bensin eceran, sambil mencabut kontak motornya terus pergi," aku dia pada polisi saat hendak membawanya ke kantor polisi dengan mimik wajah ketakutan.

"Iya nanti diomongin saja di kantor polisi," jawab si polisi tanpa menanyai identitas rekan korban yang mengaku asal Kediri tersebut.

Pantauan merdeka.com, situasi di lokasi kejadian masih menjadi tontonan warga, pedagang dan pengguna jalan yang telah memindahkan kendaraannya. Polisi masih belum mengevakuasi jenazah korban dan hanya menutupinya dengan kertas koran.

Akibat insiden ini, jalanan di sekitar Bundaran Waru, yang menjadi pintu masuk Kota Surabaya mengalami kemacetan. Sebab, beberapa pengguna jalan menghentikan laju kendaraannya dan berhenti untuk sekadar melihat apa yang sedang terjadi barusan.

Para pengendara motor pun rela meninggalkan kendaraannya di pinggir jalan arah Surabaya-Sidoarjo dan bergerombol mengitari tubuh korban. Polisi dari Polsek Gayungan yang berada di lokasi kejadian langsung menutupi tubuh korban yang tergeletak di sisi barat rel dengan koran.

(mdk/ian)


CARA GAMPANG BACA BERITA, JOIN :
 



TAG TERKAIT




KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS

DOWNLOAD APP MERDEKA.COM