Jumat, 17 Agustus 2012 11:28:31
Proklamator Frans Mendur. ipphos




Hari-hari terpanas seputar proklamasi kemerdekaan


Reporter : Ramadhian Fadillah



5. 17 Agustus 1945


17 Agustus 1945, sejak pagi, rakyat sudah berbondong-bondong memadati sekitar rumah Soekarno di Jl Pegangsaan Timur nomor 56, Jakarta. Barisan Pelopor dan Pasukan Pembela Tanah Air (PETA) menjaga ketat rumah Soekarno. Soekarno sendiri tidak begitu sehat hari itu. Dia demam dan sangat lelah akibat tidak tidur berhari-hari.

Sekitar pukul 10.00 WIB, Hatta tiba di rumah Soekarno. Prosesi bersejarah itu dimulai. Ada sambutan dari Wakil Walikota Jakarta Suwiryo dan pembacaan Pembukaan UUD 1945 oleh pimpinan Barisan Pelopor Muwardi. Tak ada protokol resmi hari itu dan sama sekali tak ada kemewahan.

"Aku berjalan ke pengeras suara hasil curian dari stasiun radio Jepang itu dan dengan singkat mengucapkan proklamasi," kata Soekarno.

Maka suara berat Soekarno pun terdengar. Jelas dan perlahan.

"Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.

Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan dll, diselenggarakan dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.

Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05
Atas nama bangsa Indonesia.
Soekarno/Hatta."

Setelah itu Latief Hendraningrat mengibarkan bendera merah putih yang dijahit istri Soekarno, Fatmawati. Hadirin pun serempak menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama-sama.

Indonesia merdeka!

(mdk/tts) KEMBALI KE INTRO


CARA GAMPANG BACA BERITA, JOIN :
 



TAG TERKAIT




KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS

DOWNLOAD APP MERDEKA.COM