Senin, 24 September 2012 15:00:38
Demo petani Sumut. ©2012 Merdeka.com





Hari Tani Nasional, petani Sumut tuntut reforma agraria

Reporter : Yan Muhardiansyah


Merdeka.com - Aksi demonstrasi mewarnai peringatan Hari Tani Nasional di Medan. Para pengunjuk rasa menuntut pelaksanaan reforma agraria sejati dan pendistribusian tanah kepada rakyat.

Tuntutan ini disuarakan seribuan massa Komite Tani Menggugat (KTM) yang berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol Medan, dan Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan. "Kami menuntut tanah, modal, teknologi, dan pendidikan bagi petani," kata T Simamora, pimpinan aksi KTM, Senin (24/9).

Selain itu, para pengunjuk rasa juga mendesak penyelesaian sejumlah konflik pertanahan yang terjadi di Sumut. Mereka menuntut pembatalan sertifikat yang sudah diterbitkan di lahan eks HGU PTPN II. Alasannya, lahan itu hanya diberikan kepada para pengusaha yang dekat dengan penguasa.

KTM juga menuntut polisi menangkap preman bayaran pengembang yang selalu meneror dan mengintimidasi petani. "Laksanakan reforma agraria sejati, bangun industrialisasi nasional yang berkarakter kerakyatan," papar Simarmata.

Dalam aksinya, pendemo membawa sejumlah poster yang isinya menuntut pemerintah agar lebih berpihak kepada petani, termasuk dalam mendistribusikan tanah bekas HGU PTPN 2.

Pengunjuk rasa juga membawa tiruan keranda dengan foto Presiden SBY, Plt Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujonugroho, Kapolda Sumut Wisjnu Amat Sastro dan lambang Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang dinilai lebih membela kaum kapitalis.

"Gubernur Sumatera Utara tidak punya itikad baik, karena tidak ada tanda-tanda akan mendistribusikan tanah kepada rakyat. Padahal tanah itu seharusnya digunakan untuk memakmurkan rakyat," kata Johan Merdeka, salah seorang koordinator unjuk rasa.

(mdk/bal)


SHARE & FOLLOW



TAG TERKAIT




KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS