Selasa, 8 Oktober 2013 14:34:22
APEC. ©2013 Merdeka.com/rumgapres Cahyo B S





Ini tujuh butir kesepakatan APEC 2013 Bali

Reporter : Yulistyo Pratomo


Merdeka.com - Pertemuan para pemimpin dalam forum Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) 2013 di Nusa Dua, Bali telah menghasilkan tujuh kesepakatan. Sebagai tuan rumah, Indonesia mengajukan tiga agenda selama pertemuan, yakni mencapai Bogor Goals, menuju pertumbuhan yang berkelanjutan dengan pemerataan dan mempromosikan konektivitas.

Dalam jumpa persnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku pembahasan yang mereka lakukan sangat panjang. Namun, pada akhirnya mereka pun sepakat atas beberapa hal utama dalam meningkatkan peran APEC di kancah dunia.

"Pertama, kami sepakat untuk menggandakan upaya untuk mencapai Bogor Goals pada 2020. Kami berbagi pandangan bahwa semua ekonomi APEC harus terus memperoleh keuntungan dari kerja sama APEC," papar SBY di Hotel Sofitel, Nusa Dua, Bali, Selasa (8/10).

Kedua, para pemimpin APEC sepakat untuk meningkatkan perdagangan antar APEC atau kawasan. Tak hanya itu, setiap negara anggota berjanji akan memfasilitasi perdagangan, pembangunan kapasitas dan fungsi perdagangan multilateral.

"Referensi ke sistem perdagangan multilateral merupakan pengakuan bahwa promosi seperti kerjasama perdagangan intra-APEC akan membawa manfaat konkret untuk ekonomi APEC, keberhasilan multilateral masih sangat kritis," ungkap SBY.

Peningkatan APEC secara fisik, institusi dan konektivitas antar orang juga menjadi salah satu butir kesepakatan seluruh anggota. Di mana, hal itu akan memberikan kesempatan bagi masing-masing pemerintahan dalam konektivitas melalui pembangunan dan investasi di bidang infrastruktur.

"Kami berbagi pandangan bahwa konektivitas dapat membantu mengurangi biaya produksi dan transportasi, memperkuat rantai pasokan regional, dan meningkatkan iklim usaha di daerah. Dan pada saat yang sama, pembangunan infrastruktur dan konektivitas akan menciptakan lebih banyak pekerjaan dan menjamin keamanan kerja," paparnya.

Untuk memperkuat perekonomian, para pemimpin sepakat untuk mencapai pertumbuhan global yang kuat, seimbang, berkelanjutan dan inklusif. Hal itu dilakukan dengan meningkatkan partisipasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), pemuda dan pengusaha wanita.

"UMKM ini adalah tulang punggung perekonomian kita," ucap SBY.

Keterbatasan sumber daya alam juga dipandang sebagai bagian dalam kesepakatan tersebut. Atas alasan itu, para peserta sepakat untuk saling mengisi dalam meningkatkan pangan kawasan, energi dan keberadaan air bersih. Langkah itu dilakukan demi mengatasi laju pertumbuhan penduduk yang berdampak pada perubahan iklim.

"Pada KTT di Bali, kami mulai melihat masalah ini secara holistik," tandasnya.

Berikutnya sinergi APEC untuk dapat saling melengkapi organisasi multilateral dan kawasan lainnya sangat diperlukan, seperti East Asia Summit dan G20. Sebab, saat ini dunia ditandai dengan arsitektur kemitraan ekonomi," ujarnya.

Terakhir, APEC memandang kerjasama erat dengan sektor bisnis melalui ABAC sangat penting. Sebab, seluruh negara akan membuka perdagangan bebas, terbuka dan investasi. "Kolaborasi ini akan menghasilkan win-win situation, terutama disaat ekonomi global telah kembali pulih," pungkasnya.

(mdk/bal)


SHARE & FOLLOW



TAG TERKAIT




KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS