Rabu, 20 Maret 2013 12:27:27
Gua Raksasa. ©2012 Merdeka.com



Jenazah mahasiswi yang tewas di Seropan disambut tangis keluarga


Reporter : Ya'cob Billiocta



Merdeka.com - Jenazah Hervin Fahriza (20), mahasiswi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) yang tewas saat mengikuti pendidikan caving Federasi Speleologi Indonesia, tiba di rumah duka pukul 09.15 WIB.

Kedatangan jenazah anak pertama pasangan Muhammad Fauzah dengan Wuriningsih di Kelurahan Tanjung RT 2 RW 3, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, disambut isak tangis keluarga korban.

Saat ditemui, ayah korban, Muhammad Fauzan mengatakan putri sulungnya yang tercatat sebagai mahasiswi semester IV Jurusan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMP itu merupakan pribadi yang suka berpetualang.

"Dia sangat ceria dan suka berpetualang sehingga bergabung dengan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) Mapala (Mahasiswa Pencinta Alam) Satria UMP," kata Fauzan di Banyumas, Selasa (20/3). Demikian tulis Antara.

Fauzan pertama kali mendapat kabar duka saat menerima telepon dari panitia pada Rabu sekitar 01.00 WIB. Saat itu, dikabarkan Hervin meninggal dunia akibat banjir bandang di Gua Seropan saat hujan lebat di Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Gunungkidul, sejak Selasa (19/3) siang.

Kendati demikian, panitia tidak menjelaskan kronologi kejadian yang merenggut nyawa Hervin Fahriza dan dua rekannya, Ganang Samudra mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dan Dian Putri, mahasiswi Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM).

Seorang kerabat korban yang juga anggota Mapala Satria dan turut dalam kegiatan tersebut, Wiji Utomo, mengaku tidak mengetahui secara pasti kejadian yang merenggut nyawa Hervin Fahriza.

"Kami beda kelompok dan saat itu ada tiga gua yang disusur dengan jumlah peserta seluruhnya sebanyak 64 orang," katanya.

Menurut dia, kegiatan yang dilakukan berupa pemetaan dan riset termasuk pendataan gua.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UMP Anjar Nugroho mengatakan pihaknya akan memberikan santunan kepada keluarga korban, karena keberangkatan Hervin Fahriza untuk mengikuti kegiatan tersebut sepengetahuan kampus.

"Korban bersama satu mahasiswa lainnya menjadi wakil UMP dalam kegiatan tersebut. Kami mendapat informasi dari rekan korban jika peristiwa tersebut terjadi saat para peserta pendidikan baru turun ke dalam gua, dan saat itu terjadi banjir bandang yang merenggut nyawa tiga peserta, salah satunya mahasiswi kami," katanya.

Setelah disalatkan di rumah korban, jenazah korban selanjutnya dimakamkan di pemakaman umum Kelurahan Tanjung.

(mdk/cob)


CARA GAMPANG BACA BERITA, JOIN :
 



TAG TERKAIT




KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS

DOWNLOAD APP MERDEKA.COM