Rabu, 2 Mei 2012 07:00:00
ilustrasi.shutterstock



Kecelakaan bus paling tragis di Indonesia


Reporter : Mohamad Hasist



Merdeka.com - Kecelakaan bus masih saja terjadi di Indonesia. Teranyar adalah kebakaran bus PO Yanti Group. Kebakaran itu menewaskan 13 orang penumpang.

Ke-13 orang itu tewas karena terbakar di dalam bus di Hulu Air Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat, Selasa, sekitar pukul 04.30 WIB.

Kecelakaan yang melibatkan PO Yanti Group juga pernah terjadi tahun 2009. Tahun itu bus Yanti Group masuk jurang menewaskan 12 orang tewas.

Peristiwa itu terjadi pada 31 Mei 2009 pukul 13.00 WIB. Bus PO Yanti Group dengan nomor polisi BA 3824 E berpenumpang 35 orang.

Sebelum masuk jurang, bus itu ingin mendahului truk yang ada di depannya. Tetapi truk itu juga mengambil lajur kanan. Tanpa diduga oleh sopir bus, dari arah berlawanan ada kendaraan lain. Dalam kondisi tersebut, bus tak sempat mengerem dan langsung meluncur mundur terjun ke jurang.

Rentetan yang dialami oleh bus Yanti Group adalah salah satunya. Masih banyak kecelakaan bus yang membuat puluhan nyawa melayang.

Tragedi Paiton

Tahun 2003 juga pernah terjadi kecelakaan bus yang menggemparkan senusantara. Kecelakaan itu terjadi di Situbondo, Jawa Timur, Sabtu 10 Oktober.

Bus itu terbakar dan menewaskan 54 orang. Rinciannya adalah 51 siswa, 2 guru, dan 1 pemandu. Mereka adalah rombongan dari Sekolah Menengah Kejuruan I Yayasan Pendidikan Generasi Muda (Yapemda) Yogyakarta.

Bus pariwisata AO Transport AB-2660-CA mengalami kecelakaan di seputar PLTU Paiton. Hingga saat ini, peristiwa nahas itu lebih dikenal dengan "Tragedi Paiton".

Sebelum mengalami nahas, bus itu baru saja dari Bali dan sedang melaju ke arah Probolinggo. Tetapi saat sampai tanjakan dekat pintu PLTU Paiton sekitar pukul 19.30 WIB, ada truk dengan nomor polisi L 8493 F melaju kencang dari arah berlawanan.

Tak pelak, tabrakan pun tak terhindarkan. Bus lalu mundur dan menabrak truk pengangkut mangga yang ada di belakangnya. Tiba-tiba, terpercik api dan kemudian membakar seluruh badan bus.

Bus Kramat Jati

Kecelakaan tragis yang tak kalah ngerinya adalah terjadi pada tahun 1995. Saat itu bus Kramat Djati jurusan Jakarta-Bandung terbakar di ruas jalan Tol Jagorawi menewaskan 31 dari 39 penumpangnya.

Kejadian mengenaskan itu bermula saat bus Kramat Djati yang dikemudikan Agus Abu Naser mencoba menyalip bus lain dari lajur kiri. Padahal lajur kiri untuk berhenti darurat.

Saat menyalip, di lajur kiri itu ada mobil yang sedan yang sedang mogok. Akibatnya, tiga penumpang mobil sedang itu tewas seketika. Dan yang paling mengerikan, benturan itu membuat bus terbakar dan membakar sebagian besar penumpangnya.

Di antara korban yang tewas terpanggang itu, terdapat satu keluarga yang terdiri dari sepasang suami istri dan tiga anaknya.

Bus Karunia Bakti

Kecelakaan ini tidak kalah tragisnya. Kecelakaan yang dialami oleh bus Karunia Bakti mengakibatkan 14 orang tewas. Kecelakaan itu terjadi di Cisarua Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat 10 Februari 2012 sekitar pukul 19.00 WIB.

Peristiwa nahas itu bermula saat bus jurusan Garut-Jakarta melaju kencang dari arah Cianjur menuju Bogor. Saat melintas di turunan Citeko, Kecamatan Cisarua, diduga bus mengalami rem blong.

Sopir yang mencoba menghentikan laju bus malah membanting setir ke kanan. Pada saat bersamaan dari arah berlawanan meluncur bus Doa Ibu jurusan Tasik-Jakarta.

Setelah menyenggol bus Doa Ibu, bus Karunia Bakti tetap tak terkendali. Bus pun akhirnya meluncur dan menabrak sebuah vila. Bus akhirnya nyungsep ke sungai.

(mdk/did)


CARA GAMPANG BACA BERITA, JOIN :
 



TAG TERKAIT




KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS

DOWNLOAD APP MERDEKA.COM