Sabtu, 29 September 2012 09:57:15
Hoegeng. ©2012 Merdeka.com/dok





Kisah lucu Jenderal Hoegeng paksa bandar judi Hoegeng ganti nama

Reporter : Pramirvan Datu Aprillatu


Merdeka.com - Cerita kejujuran dan kiprah mantan Kapolri Hoegeng Iman Santosa seolah tiada habisnya. Cerita ini menarik di kala kepolisian banyak diserang tudingan korupsi, seperti pada kasus simulator SIM. Ada kejadian lucu mengenai nama Hoegeng terkait perjudian.

Suatu kali, mantan Kapolri Widodo Budidarmo (menjabat 1974-1978) sedang mengikuti upacara peringatan hari Proklamasi kemerdekaan RI, 17 Agustus di Medan. Ketika itu, tahun 1967, Widodo adalah Panglima Daerah Kepolisian II Sumatera Utara. Widodo ikut upacara bersama gubernur dan anggota Muspida Sumut lainnya. Tiba-tiba seorang polisi tergesa-gesa mendatangi Widodo.

"Pak Hoegeng ingin bicara SSB (short side band) dengan bapak, sangat penting," ujar polisi itu. Hoegeng saat itu sudah menjadi Kapolri.

Widodo pun tersentak. Jika Kapolri menelepon, pasti ada sesuatu yang penting akan disampaikan. Setelah minta izin kepada gubernur dan anggota Muspida lainnya, dengan tergesa-gesa Widodo segera meluncur ke kantor Polda Sumatra Utara. Ia tinggalkan upacara 17 agustus yang belum selesai."Ada perintah apa pak Hoegeng?" tanya Widodo di depan pesawat SSB.

Di ujung sana terdengar suara khas Hoegeng secara tenor. "Begini mas Widodo, di Medan ada bandar judi memakai nama saya untuk beking. Tolong dicari siapa orang itu dan dilaporkan kembali pada saya, tidak lebih dari jam 12.00 siang ini," perintah Hoegeng. "Siap pak, akan saya kerjakan," kata Widodo dikutip dari Semua karena kuasa dan kasih-Nya: biografi Widodo Budidarmo karangan Baskara Trisila dan Hari Nugroho.

Menurut Widodo, Hoegeng paling keras dan tidak kenal kompromi dengan perjudian. Siapa pun tahu jendral yang mempunyai hobi menyanyi lagu berirama Hawaian ini bersih dan tak pandang bulu menangkap siapa pun yang melakukan perjudian. Jika sekarang namanya dipakai sebagai beking judi di Medan, Widodo paham bagaiman geramnya Hoegeng.

Widodo segera memanggil asisten intel Kolonel Polisi Bismo Soejitno untuk mengusut hal ini. "Cari siapa yang memakai nama pak Hoegeng," perintah Widodo.

Asisten intel seperti biasa bertindak cepat. Kurang dari satu setengah jam kemudian Bismo datang melapor. "Ada pak, orang namanya Yasper Hoegeng. Nama aslinya Yap Hao Ging, tapi namanya diubah menjadi Yasper Hoegeng lewat keputusan pengadilan," kata Bismo. Yasper Hoegeng rupanya bukan bandar judi melainkan penjual lotere.

Widodo segera melaporkan hasil temuannya itu kepada Hoegeng. Juga tentang nama Yasper Hoegeng yang sudah diputuskan melalui prosedur hukum. Tapi jawaban Hoegeng singkat saja. "Mas Widodo, saya tidak peduli apakah perubahan namanya diputuskan pengadilan atau tidak, suruh dia ubah namanya," tegas Hoegeng.

Ini sebuah tugas yang tidak mudah. Widodo kemudian memerintahkan Bismo untuk mendatangi Yasper dan memintanya tidak memakai nama "Hoegeng" lagi. kemudian tidak sampai satu jam Bismo kembali. "Berhasil Pak, dia mau mengubah namanya. Sekarang tidak ada lagi kata Hoegeng di namanya," kata Bismo.

Widodo langsung melapor lagi kepada Hoegeng yang kemudian lega mendengar hasil kerja Widodo. Selesailah sudah urusan "Hoegeng" sebagai beking judi itu.

(mdk/tts)


SHARE & FOLLOW



TAG TERKAIT




KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS