Jumat, 19 Juli 2013 18:54:08
Korupsi. meedeka.com





Korupsi dana hibah, mantan bupati Bantul jadi tersangka

Reporter : Parwito


Merdeka.com - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menetapkan mantan Bupati Bantul yang menjabat selama dua periode, Idham Samawi sebagai tersangka dalam dugaan kasus korupsi penyalahgunaan dana hibah KONI tahun 2011 sebesar Rp 12,5 milyar.

Selain Idham Samawi, Kejati DIY juga telah menetapkan mantan Kepala Kantor Pemuda dan Olahraga (Pora) Kabupaten Bantul, Edi Nur Cahyo sebagai tersangka dalam kasus yang sama.

Idham Samawi sendiri, saat ini menjabat Ketua DPP DPIP Bidang Rekrutmen dan Kaderisasi. Selain itu, dia juga sebagai Ketua DPD PDIP Propinsi DIY.

Kepala Kejati, Suyadi menyampaikan penetapan sebagai tersangka ini setelah dilakukan proses penyidikan di kejaksaan. "Setelah dilakukan penyelidikan dan pemanggilan beberapa saksi maka kita tetapkan IS dan EDN sebagai tersangka," kata Suyadi dalam jumpa pers di Kantor Kejati DIY, Jumat (19/7).

Meski sudah jadi tersangka, keduanya belum menjalani pemeriksaan karena kerap mangkir dan tak pernah memenuhi panggilan penyidik. "Untuk pemeriksaan sebagai tersangka belum kita lakukan," sahutnya.

Idham Samawi dan Drs Edi Nurcahyo saat ditetapkan sebagai tersangka ketika menjabat sebagai Ketua Umum Persiba Bantul sekaligus ketua PSSI. Sementara Edi Nurcahyo (EDN) selaku Kepala Kantor Pemuda dan Olah Raga (Pora) Kabupaten Bantul.

Dana hibah untuk KONI diambil dari APBD tahun 2011 sebesar Rp 8 milyar dan Rp 4,5 milyar dari anggaran APBD Perubahan.

"Dalam pencairan anggaran ada indikasi kesalahan prosedur. Dalam penggunaan ada dugaan penyelewengan seperti membiayai kegiatan yang sebenarnya sudah ada anggarannya," jelasnya

Suyadi mengatakan hingga saat ini penyidik belum dapat memastikan berapa jumlah pasti kerugian negara yang diakibatkan dugaan kesalahan penggunaan dana hibah KONI tersebut.

"Kerugian negara dipastikan namun besarannya masih dilakukan pendalaman," tambahnya.

(mdk/tyo)


SHARE & FOLLOW



TAG TERKAIT




KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS