Jumat, 11 Mei 2012 07:43:00
sukhoi superjet 100. merdeka.com/ilustrasi/alphon



Mengintip peran pengatur lalu lintas pesawat


Reporter : Mardani



Merdeka.com - Dalam sebuah penerbangan peran Pemandu Lalu Lintas Udara (Air Traffic Controller) amatlah penting. ATC adalah penyedia layanan yang mengatur lalu-lintas di udara, terutama pesawat terbang untuk mencegah pesawat terlalu dekat satu sama lain agar tidak tabrakan.

Seperti dikutip dari website kemenhub.go.id, tugas ATC yang tercantum di dalam Annex 2 (Rules of the Air) dan Annex 11 (Air Traffic Services) Konvensi Chicago 1944 adalah mencegah terjadinya tabrakan antar pesawat, mencegah tabrakan pesawat dengan obstructions, mengatur arus lalu lintas udara yang aman, cepat dan teratur kepada pesawat terbang, baik berada di darat atau yang sedang terbang, melintas dengan menggunakan jalur yang telah ditentukan.

Untuk melaksanakan tugas tersebut diperlukan seorang petugas ATC dalam pengaturan arus lalu lintas udara yang dimulai dari pesawat melakukan kontak (komunikasi) pertama kali sampai dengan pesawat tersebut mendarat (landing) di bandara tujuan.

Peran ini juga dilakukan terhadap pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di kawasan Gunung Salak, Bogor. Sebelum hilang kontak, sang pilot diketahui sempat meminta izin kepada ATC untuk menurunkan ketinggian dari 10 ribu kaki ke 6 ribu kaki.

"Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah kenapa pilot meminta menurunkan ketinggian dari 10 ribu feet ke 6 ribu feet?," tanya pakar penerbangan Dudy Sudibyo saat berbincang dengan merdeka.com.

Pertanyaan itu menjadi sebuah misteri yang harus dikuak. Sebab, Duddy meyakini sang pilot yang notabene memiliki sejumlah pengalaman itu sudah mempelajari peta wilayah terbang. Pilot asal Rusia itu juga diyakini telah mengetahui ketinggian gunung yang akan dilintasinya.

"Saya yakin pemandu kita tahu pesawat ada di mana. Analisa saya pasti pemandu tahu pesawat itu sedang mendekati gunung dan dia pasti kasih tahu sang pilot harus tetap di 10 ribu kaki karena ada di kawasan Gunung Salak memiliki ketinggian kurang lebih 6100 feet," kata dia.

Namun demikian, dia tak mau menduga-duga. Sebab, semua penyebab pasti kecelakaan itu hanya dapat diketahui dari kotak hitam (Black Box) pesawat.

"Semuanya terekam di black box. Semua akan terkuak saat black box ditemukan," tutup dia.

(mdk/has)


CARA GAMPANG BACA BERITA, JOIN :
 






KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS

DOWNLOAD APP MERDEKA.COM