Senin, 7 Mei 2012 12:14:31
Irshad Manji (tengah). merdeka.com/irshadmanji.com





MUI jawab kritikan Irshad Manji

Reporter : Mohamad Hasist


Merdeka.com - Dalam beberapa hari ini geger soal Irshad Manji. Pemikir Islam liberal ini pekan lalu diusir oleh Front Pembela Islam (FPI) saat menggelar diskusi dan launching buku "Allah, Liberty and Love" di Salihara Jakarta.

Irshad dianggap membawa ajaran nyeleneh dan menyimpang Islam. FPI juga menilai, Irshad mengajarkan lesbian.

Tidak hanya kontroversi soal sosok Irshad. Buku karangannya berjudul "Allah, Liberty and Love" juga menuai kontroversi.

Apa tanggapan Majelis Ulama Indonesia (MUI)?

"Kalau ada ajaran-ajaran yang sudah disepakati itu dipertantangkan, itu namanya menyimpang. Seperti soal kawin dengan sesama sejenis. Tidak ada peluang untuk menghalalkan itu," kata Ketua MUI Maruf Amin kepada merdeka.com, Senin (7/5).

Maruf juga menjawab kritikan Irshad soal jilbab. Menurut Maruf, jilbab memang bukan ajaran Islam. Tapi jilbab atau kerudung adalah paling ideal untuk menutup aurat daripada yang lain seperti topi baseball.

Sejak dulu, banyak pemikir Islam yang liberal. Kasus Irshad Manji ini bukan pertama kali. "Sejak dulu sudah ada. Setiap ada ajaran, pasti ada perbedaan," ujar Maruf.

"Seperti soal jilbab, zaman dahulu di Jawa memang tidak ada istilah jilbab, tetapi kerudung. Nah, kerudung kalau dipakai terlihat lebih ribet, makanya muncul sekarang jilbab-jilbab yang praktis. Jilbab pun ada dua, ada yang ketat dan longgar," terang Maruf.

Irshad sebelumnya menyorot soal jilbab. Dia menilai jilbab bukanlah Islam, melainkan identitas budaya Arab. Jilbab sudah ada sebelum Islam muncul di Arab.

"Jilbab berasal dari budaya sebelum Islam. Alquran, di sisi lain, meminta wanita dan pria untuk berpakaian sopan. Mengapa ini tidak bisa diartikan sebagai lengan panjang. Dan jika seorang wanita harus menutup rambutnya, mengapa bukan topi baseball yang dipilihnya," tulis Irshad dalam buku 'Allah, Liberty and Love'.

(mdk/has)


SHARE & FOLLOW



TAG TERKAIT




KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS