Selasa, 17 Juli 2012 16:39:51
nelayan. CHEN WS / Shutterstock



Nelayan tuntut Pelindo III hentikan proyek Teluk Lamong


Reporter : Moch. Andriansyah



Merdeka.com - Lebih dari 500 nelayan di kawasan Romo Kalisari dan Osowilangun, hari ini berunjuk rasa di lokasi proyek pembangunan PT Pelindo III di Teluk Lamong, Surabaya, Jawa Timur. Mereka protes, reklamasi yang dilakukan PT Pelindo III berdampak pada sumber mata pencaharian para nelayan.

Menurut Ketua Paguyuban Nelayan Tambak Langon, Surin, proyek ini membuat nelayan tidak bisa melaut karena lokasi tempat mereka mencari ikan direklamasi besar-besaran oleh PT Pelindo III. Mereka menilai PT Pelindo III tidak memperhatikan nasib nelayan dan petani tambak maupun petani garam.

Akibat proyek reklamasi itu, air laut mengalami pendangkalan dan banyak nelayan yang menganggur sejak tiga bulan terakhir karena tak bisa melaut.

Dampak dari proyek itu telah membuat perekonomian 215 nelayan Oso Wilangun, 80 nelayan di Romokalisari serta 200 nelayan Tambak Langon, terancam. Sementara 500 nelayan gabungan Krembangan dan Greges dipastikan juga akan terkena dampak, jika proyek PT Pelindo III tersebut, sudah mencapai 50 persen.

"Dampak dari reklamasi itu, nelayan sudah hancur-hancuran ekonominya, masak mau diteruskan," keluh Surin.

Dalam orasinya, Surin juga mengatakan, proyek di Teluk Lamong menyisakan endapan lumpur.

"Endapan lumpur itu, akibat dari penancapan pondasi, sehingga lalu lintas nelayan tertutup," tambahnya.

Para nelayan mengaku sudah berusaha berkomunikasi dengan pihak PT Pelindo III. Tapi hingga kini, Pelindo belum bisa menunjukkan izin Amdal proyek itu.

Sekadar diketahui, beberapa hari lalu Komisi D DPRD Jawa Timur menggelar hearing bersama PT Pelindo III. Dalam pertemuan itu diputuskan untuk menghentikan pembangunan pengembangan Pelabuhan Tanjung Perak di Teluk Lamong.

(mdk/lia)


CARA GAMPANG BACA BERITA, JOIN :
 






KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS

DOWNLOAD APP MERDEKA.COM