Kamis, 30 Agustus 2012 11:01:43
Orang utan dibakar. Jessica Wuysang Barcroft



Orangutan yang terbakar akhirnya mati


Reporter : Ramadhian Fadillah



Merdeka.com - Orangutan yang terbakar di Desa Wajok Hilir, Kecamatan Siantan, Kabupaten Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, akhirnya mati. Orangutan jantan tersebut mati saat hendak dibawa ke fasilitas Pusat Rehabilitasi dan Konservasi Internasional Rescue, Kabupaten Ketapang.

Koordinator WWF Kalbar, Hermayani Putra menduga orangutan itu mati karena dehidrasi dan stres. Untuk luka-luka bakar sebenarnya sudah menunjukkan kesembuhan.

"Orangutan itu mati sekitar pukul 22.30 WIB. Oleh tim gabungan diputuskan dibawa ke Pontianak untuk otopsi," kata Hermayani seperti dikutip antara, Kamis (30/8).

Kronologi kejadian terbakarnya orangutan tersebut berawal dari usaha masyarakat untuk mengusir orangutan yang memasuki perkebunan mereka pada hari Minggu (26/8) di Kampung Parit Wadongkak, Desa Wajok Hilir, Pontianak, Kalimantan Barat.

Berbagai upaya sudah dilakukan termasuk melaporkan ke Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) setempat yang berusaha membius orangutan untuk dievakuasi tapi tidak berhasil.

Masyarakat berinisiatif untuk mengasapi dengan menggunakan api, tapi malah pohon kelapa ikut terbakar dan turut membakar orangutan tersebut.

"Kemarin sore kondisinya semakin membaik. Tapi untuk memastikan penyebab kematian orangutan akan dilakukan otopsi," tambah Hermayani Putra.

Populasi orangutan saat ini semakin berkurang karena rusaknya habitat asli mereka disebabkan pembukaan lahan perkebunan maupun illegal logging. Diperkirakan saat ini populasi orangutan di Kalimantan hanya tersisa 50.000 ekor saja.

(mdk/ian)


CARA GAMPANG BACA BERITA, JOIN :
 






KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS

DOWNLOAD APP MERDEKA.COM