Rabu, 26 September 2012 14:54:47



Penembak bos security dijerat pasal pembunuhan berencana


Reporter : Andrian Salam Wiyono



Merdeka.com - Agustinus, Inggrid Gunawan, Dadang dan Hendi pelaku pembunuhan terhadap bos security Red Guard, Husen Komara, dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

Dalam berkas dakwaannya, pelaku yang bertindak sebagai eksekutor adalah Agustinus, sedangkan otak pembunuhan Ingrid Gunawan yang diketahui sebagai mantan istri dari Husen. Mereka dikenakan pasal 340 KUHP subsider 388 jo pasal 55 KUHP ayat 1.

Pada sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua Setiabudi Tejocahyono ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Darwis Burhansyah juga membacakan dakwaan pasal 338 Juncto 55 ayat 1 dan 56 ke-2 KUHP kepada dua terdakwa lainnya yakni Dadang dan Hendi sebagai dakwaan subsider.

"Keduanya terbukti membantu dan bersama-sama dalam pemufakatan kejahatan," kata JPU, di Pengadilan Negeri Bandung, Rabu (26/9).

Disebutkan dalam pasal 340 KUHP itu, bahwa 'Barangsiapa dengan sengaja dan direncanakan lebih dahulu menghilangkan jiwa orang lain, karena bersalah melakukan pembunuhan berencana, dipidana dengan pidana mati atau penjara seumur hidup atau penjara sementara selama-lamanya dua puluh tahun.

Dalam berkas itu juga disebutkan penembakan terhadap Husen saat itu atas dasar ketakutan Inggrid yang merasa mendapatkan teror. Di situlah upaya pembunuhan dilakukan para terdakwa, dengan menyuruh Agustinus pada pertengahan April 2012 untuk merencanakan mengeksekutor mantan suaminya itu.

Hingga akhirnya, Agustinus melibatkan nama Hendi dan Dadang untuk sama-sama membunuh Husen. Jumat 4 Mei 2012, sekitar pukul 10.20 WIB, di Jalan Kapten Tendean (Hegarmanah Kulon) tepatnya di depan rumah nomor 42 A terjadi penembakan, yang mengakibatkan Husein meninggal dunia.

Korban sendiri ditembak seusai dalam perjalanan sehabis berkunjung ke rumah mertuanya. Saat itu pelaku yang memakai mobil Avanza menembak korban.

Sebelumnya, Husen akan dieksekutor Hendi dan Dadang yang telah menanti, di TKP yang ditetapkan. Namun Agustinus memiliki kesempatan hingga akhirnya Husen ditembak.

Sidang lanjutan akan dilakukan pada 3 Oktober 2012 dengan mengagendakan nota keberatan dari terdakwa.

(mdk/lia)


CARA GAMPANG BACA BERITA, JOIN :
 



TAG TERKAIT




KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS

DOWNLOAD APP MERDEKA.COM