Minggu, 3 Juni 2012 15:32:08
Pentas Seni di TransJakarta. merdeka.com/yulistya Pratomo



Pentas seni musik dan puisi di bus TransJakarta


Reporter : Yulistyo Pratomo



Merdeka.com - Ada yang beda di dalam bus TransJakarta, terutama bagi penumpang dengan rute Pasar Grosir Cililitan (PGC) hingga Grogol. Penumpang mendapat hiburan dari sebuah kelompok seniman dan penyair asal Gayo, Aceh.

Pertunjukkan seni di atas bus TransJakarta ini dimotori oleh mahasiswa pasca sarjana Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Fikar W Eda. Sebanyak 25 seniman asal Gayo yang dibagi dalam dua grup dan memainkan Didong, sebuah kesenian tradisional asal Gayo, Aceh.

"Ini para pelakunya adalah kaum urbanis yang datang dari Gayo yang hidup dan beraktivitas di Jakarta. Ada 25 seniman urbanis Gayo Ciputan dan mereka perang syair di atas bus TransJakarta," ujar Fikar di atas Bus TransJakarta rute PGC-Grogol, Minggu (3/6).

Berbeda dari daerah asalnya, pertunjukkan ini tampil dalam bahasa Indonesia dan kritikan sosial terhadap kehidupan di Ibu Kota. Fikar berharap, dengan bahasa nasional, kesenian itu bisa diterima masyarakat Jakarta, khususnya penumpang bus TransJakarta.

"Puisinya bercerita tentang kondisi Jakarta, pelaku bagian dari pengguna TransJakarta. Transportasi ini jarang jadi tempat kesenian, jadi kita gunakan ruang publik ini. Nanti kita lihat respon masyarakat Jakarta," tandasnya.

Ketika ditanya mengapa menggunakan bus TransJakarta, Koreografer IKJ, Sarjono W Kusumo menyatakan kendaraan itu merupakan salah satu moda transportasi masyarakat DKI. Tak hanya itu, kendaraan tersebut menjadi sebuah metafora perjalanan masyarakat dari desa ke Ibu Kota.

"Busway itu sendiri merupakan metafora sebuah perjalanan, perjalanan urbanisasi, dari desa ke kota. Ini juga sebuah perjalanan budaya, usaha mencari dan mencoba kehidupan yang baru," jelas Sarjono.

(mdk/hhw)


CARA GAMPANG BACA BERITA, JOIN :
 



TAG TERKAIT




KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS

DOWNLOAD APP MERDEKA.COM