Senin, 28 Oktober 2013 02:01:00
ibnu sutowo. ©wikipedia/flickr



Pertamina utang USD 10,5 miliar, Soeharto pecat Ibnu Sutowo


Reporter : Ramadhian Fadillah



Merdeka.com - Nama keluarga Sutowo kembali mencuat karena kasus penyerangan di rumah Adiguna Sutowo. Seorang wanita cantik mengamuk di rumah milik putra bungsu Ibnu Sutowo ini.

Ada cerita menarik soal Ibnu Sutowo dan Soeharto yang awalnya merupakan kolega dekat.

Tahun 1970an, Direktur Pertamina saat itu, Ibnu Sutowo membuat Pertamina nyaris bangkrut. Dia membuat Pertamina berutang USD 10,5 miliar, dengan kurs saat itu 1 USD Rp 400. Jumlah yang luar biasa besar untuk negara berkembang seperti Indonesia.

Polemik soal sepak terjang Ibnu Sutowo ini ramai diberitakan media kala itu. Dia dan sejumlah pejabat diduga melakukan korupsi yang merugikan negara jutaan dolar. Kasus ini cukup menggegerkan.

Presiden Soeharto bahkan sampai menuliskan satu bab tersendiri mengenai sengkarut di Pertamina di buku otobiografinya. Soeharto , Pikiran, Ucapan dan Tindakan saya yang ditulis Ramadhan KH dan G Dwipayana.

Soeharto mengakui saat itu kesulitan Pertamina cukup parah. Besarnya utang Pertamina itu disebabkan unit bisnis Pertamina di luar minyak yang malah menjerat perusahaan tersebut. Diakuinya juga Ibnu Sutowo tak pernah membicarakan sebagian besar kegiatannya dengan pemerintah.

"Ternyata tanpa diketahui oleh pemerintah, mungkin didorong oleh besarnya keinginan untuk segera menyelesaikan proyek-proyeknya, Pertamina telah di timbun dengan berbagai kewajiban keuangan yang di luar kemampuannya. Baik yang berupa pinjaman jangka pendek maupun kewajiban keuangan dalam rangka kegiatan usaha yang tidak ekonomis. Dan itu sangat memberatkan, misalnya, sewa beli tanker samudera, pembangunan proyek-proyek lain yang menimbulkan hutang dagang yang besar," kata Soeharto dalam otobiografinya.

Soeharto membeberkan Pertamina pasti bangkrut kalau pemerintah tak segera melakukan tindakan. Dia melakukan penertiban ke internal Pertamina. Soeharto memerintahkan Pertamina menjual sebagian aset yang berlebihan. Ibnu Sutowo pun dipecat sebagai Dirut Pertamina.

"Saya tetapkan mengangkat kembali hampir semua anggota direksi yang lama untuk menjamin kelangsungan dan kelancaran tugas perusahaan, sementara Ibnu Sutowo diganti Piet Harjono sebagai dirutnya," kata Soeharto .

Soeharto pun menegaskan kasus Ibnu Sutowo dan kerugian Pertamina adalah sebuah pengalaman pahit. Jangan sampai terulang kembali.

Walau membuat keuangan negara rugi besar, Soeharto tak menghukum Ibnu Sutowo. Dia membentuk komisi empat untuk mengusut penyelewengan di Pertamina. Anggota Komisi empat adalah Wilopo, Anwar Tjokroaminoto, IJ Kasimo, dan Herman Johannes . Nama-nama yang saat itu dikenal cukup berintegritas. Tapi melawan Ibnu Sutowo dan jerat Orde Baru, banyak yang menyebut mereka macan tak bergigi.

"Ibnu Sutowo tak pernah dinyatakan merugikan keuangan negara atau melanggar hukum pidana. Kasusnya hanya dinyatakan (sebagai) 'salah manajemen' atau salah urus," kata IJ Kasimo.

Maka layak saat itu sebagian tokoh anti korupsi menyebut Ibnu Sutowo sebagai the untouchables. Dia yang tak pernah tersentuh hukum.

Baca juga:


Hoegeng tolak taman makam pahlawan karena ada kroni Ibnu Sutowo
Ibnu Sutowo, raja minyak Orde Baru dan sengkarut Pertamina
Tommy Soeharto-Adiguna Sutowo, sahabat dengan cerita kelam sama
Cerita Ali Sadikin mengaku tertipu Ibnu Sutowo soal tanah Hilton
Daryono, sopir Florence kini tengah diburu polisi

(mdk/ian)


CARA GAMPANG BACA BERITA, JOIN :
 






KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS

DOWNLOAD APP MERDEKA.COM