Rabu, 23 Oktober 2013 14:17:47
Ilustrasi. ©2013 Merdeka.com



Polisi: Dari rekaman video seks, siswi SMPN 4 tertawa & tak malu


Reporter : Eko Prasetya



Merdeka.com - Orangtua AE (14) melaporkan ke polisi anaknya telah diperkosa dan dipaksa beradegan seks dengan FP (13) serta direkam oleh adik kelasnya. Namun, dari hasil keterangan saksi, peristiwa itu bukan pemerkosaan.

"Dari rekaman video yang kita sita tidak terlihat adanya paksaan," ujar Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat, AKBP Tatan Dirsan saat ditemui merdeka.com di ruangannya, Rabu (24/10).

Tatan menambahkan dari video berdurasi empat menit itu, terlihat AE justru menikmati adegan itu.

"Si wanita tertawa-tawa saat beradegan dan tidak malu. Justru si pria yang malu," katanya.

Sebelumnya, tindakan yang diduga pemerkosaan terhadap AE siswa kelas sembilan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Sawah Besar, Jakarta Pusat, dilakukan di dalam kelas.

Setelah melakukan aksi tidak bermoralnya di ruang kelas, para pelaku yang merupakan teman korban meninggalkan korban dengan kondisi rambut dan seragam sekolah acak-acakan.

Orangtua korban, EA (43) yang tidak terima anaknya diperlakukan seperti itu akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada Polres Metro Jakarta Pusat pada Rabu (16/10). Hal tersebut dibenarkan oleh nenek korban bernama Dewi yang tinggal serumah dengan korban.

"Kami sudah mengutus pengacara dan semua sudah diserahkan ke pengacara. Sudah lapor polisi tetapi belum ditindaklanjuti," jelas Dewi di rumahnya di Kemayoran Gempol RT 01/ RW 07 Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (17/10).

(mdk/tts)


CARA GAMPANG BACA BERITA, JOIN :
 






KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS

DOWNLOAD APP MERDEKA.COM