Selasa, 29 Januari 2013 17:30:39
Ular derik dan tupai. ©2012 Merdeka.com



Puluhan ular 'serbu' permukiman warga di Lebak Banten


Reporter : Hery H Winarno



Merdeka.com - Puluhan ular berbisa jenis ular tanah (Ankistrodon rhodostoma) 'menyerbu' pemukiman warga Kabupaten Lebak, Banten. Akibatnya 21 warga digigit ular berbisa tersebut.

"Kami menerima laporan dari Puskesmas Panggarangan sebanyak 21 warga digigit ular berbisa, namun mereka cepat ditangani tenaga medis sehingga tidak ada korban jiwa," kata Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Heru Haerudin di Rangkasbitung, seperti dikutip dari Antara, Selasa (29/1).

Dia mengimbau masyarakat agar warga mewaspadai penyebaran populasi ular tanah menyusul curah hujan meninggi beberapa hari terakhir di daerah itu. Populasi ular tanah jika malam hari setelah turun hujan mereka berkeliaran ke pemukiman penduduk mencari kodok atau makanan lainnya.

Kebanyakan warga yang menjadi korban gigitan ular di daerah pemukiman itu ketika orang berjalan kaki malam hari dan kemudian menginjaknya. Begitu pula ada warga yang sedang membersihkan sampah maupun tumpukan kayu. Selain itu juga warga sedang membersihkan ladang maupun perkebunan.

Menurut dia, jumlah kasus gigitan ular tanah meningkat menyusul tibanya musim hujan tersebut. "Kami setiap tri wulan menerima laporan dari petugas sebanyak 38 kasus warga yang menjadi korban gigitan ular tanah," katanya.

Dia mengatakan pihaknya hingga kini memiliki persediaan obat anti berbisa ular (ABU) mencukupi di 40 Puskesmas sehingga bisa mengatasi gigitan ular tersebut. Penanganan gigitan ular harus mendapat tindakan cepat karena berisiko jiwanya tidak tertolong. Apalagi, pasien gigitan ular tanah mengeluarkan muntah darah sehingga membahayakan keselamatan jiwa.

"Kami minta warga jika terkena gigitan ular tanah segera dilarikan ke Puskesmas terdekat dan jangan pergi ke dukun," katanya.

Menurut dia, selama Januari ini belum menerima laporan meninggal dunia akibat gigitan ular karena mereka cepat ditangani tenaga medis. Saat ini, ujar dia, populasi ular di sejumlah daerah mengganas sehubungan tibanya musim hujan, sehingga warga diharapkan menggunakan sepatu bot maupun sepatu karet. Penggunaan sepatu bot untuk mencegah gigitan ular yang bisa mematikan itu.

"Kami minta warga jika pergi ke kebun, ladang atau berjalan setapak pada malam hari melintasi kawasan hutan menggunakan sepatu karet atau sepatu bot untuk menghindari gigitan ular berbisa," katanya.

Kepala Puskesmas Leuwidamar Kabupaten Lebak H Kumajaya mengatakan selama sepekan terakhir ini tercatat empat warga menjadi korban gigitan ular berbisa namun jiwa mereka bisa diselamatkan oleh petugas medis. Selama ini, kata dia, jumlah kasus gigitan ular berbisa di wilayahnya mencapai empat orang, sedangkan 2012 sebanyak 18 orang.

Seluruh warga korban gigitan ular dapat diselamatkan setelah diberikan pengobatan melalui penyuntikan obat anti berbisa ular (ABU). Sebagai langkah antisipasi terhadap ancaman gigitan ular ini Puskesmas sudah menyiapkan stok obat anti bisa ular yang memang sangat dibutuhkan.

"Kami setiap hari menyediakan obat anti bisa ular antara dua sampai empat guna menyelamatkan jiwa korban," katanya.

Sangsang, warga Cibahbul Desa Rangkasbitung Kabupaten Lebak mengaku dirinya digigit ular tanah saat membersihkan tumpukan kayu di depan rumah. Seekor ular yang mematikan itu menggigit dengan cepat pada bagian tangan.

"Saya saat digigit ular berbisa langsung berlari ke RSUD Rangkasbitung untuk mendapat pengobatan. Saya sempat empat hari dirawat di rumah sakit itu," katanya.

(mdk/hhw)


CARA GAMPANG BACA BERITA, JOIN :
 






KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS

DOWNLOAD APP MERDEKA.COM