Selasa, 5 Juni 2012 22:58:00
Apel Siaga Polisi. Merdeka.com/Imam Buhori



PWNU Jatim bentuk TPF usut penyerangan Tulungagung


Reporter : Moch. Andriansyah



Merdeka.com - Meski sudah menyerahkan pengusutannya ke pihak kepolisian, Pengurus Wilayah Nahdlotul Ulama (PWNU) Jawa Timur, tetap akan turun tangan menyelidiki kasus penyerangan Kantor Ranting NU di Ds Wonokromo, Kec Gondang, Tulungagung, Jawa Timur, oleh sekelompok orang dari Perguruan Silat Setia Hati Teratai (PSHT) yang terjadi pada 27 Mei lalu.

Sebab, hingga sembilan hari berlalu, pengusutan kasus yang juga melukai dua anggota Barisan Serbaguna (Banser) itu, belum juga tuntas. Wakil Gubernur Jawa Timur yang juga Ketua PWNU Jawa Timur, Syaifullah Yusuf, saat ditemui di Gedung Grahadi, Selasa (5/6) mengatakan, kalau masalah tersebut sudah ditangani oleh PWNU.

"Kalau tidak besok atau kapan, PWNU akan menurunkan tim pencari fakta (TPF) untuk menyelidiki kasus tersebut," kata Gus Ipul, sapaan akrab Syaifullah Yusuf.

Intinya, masih menurut Gus Ipul, yang salah harus dihukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku. "Sampai saat ini, saya sendiri belum tahu motivasinya. Ada apa di balik penyerangan dan pengerusakan lambang NU tersebut," terangnya.

Selain itu, mantan Kepala GP Anshor itu juga mengecam adanya pengerusakan lambang NU dalam insiden tersebut. "Saya pikir tidak etislah kalau sampai merusak lambang NU. Tapi saya sendiri belum berani menduga-duga atau berspekulasi menyikapi masalah ini, makanya kita serahkan saja pengusutannya ke polisi. Selain itu kita tunggu saja penyelidikan tim investigasi dari PWNU," kata dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada hari Minggu (27/5), Kantor Ranting NU di Tulungagung, tepatnya di Ds Wonokromo, Kec Gondang, diserang oleh 200 orang dari perguruan pencak silat PSHT. Dalam insiden itu, dua anggota Banser, Moh Rizal Saputra (15) dan Brilian Kusuma Adi (18) asal Ds Kauman, Tulungagung mengalami luka bacok di bagian punggung dan pantat. Tak hanya itu saja, 200 anggota PSHT itu juga merusak lambang kebesaran ormas terbesar di Indoensia tersebut.

Pihak Polres Tulungagung sendiri, sudah menetapkan dua orang tersangka dan membebaskan empat orang karena kurang cukup bukti dalam kasus tersebut.

(mdk/hhw)


CARA GAMPANG BACA BERITA, JOIN :
 


TAG TERKAIT




KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS

DOWNLOAD APP MERDEKA.COM