Jumat, 19 April 2013 15:52:39
Jokowi bertemu siswa SMA 70 dan 6. ©2013 Merdeka.com/imam buhori



Saran Jokowi untuk M Nuh agar UN tidak kacau lagi


Reporter : Muhammad Sholeh



Merdeka.com - Ujian Nasional (UN) tahun 2013 tingkat SMA sederajat kali ini dinilai berantakan dan amburadul. Setelah penundaan pelaksanaan UN di 11 provinsi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyalahkan lambatnya dari pihak percetakan.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menilai, akan lebih baik jika proses percetakan soal UN dilakukan di daerah-daerah masing-masing. Hal ini untuk memudahkan pendistribusian soal sehingga tidak kacau seperti sekarang ini.

"Kalau menurut saya, sebaiknya didelegasikan ke daerah. Hingga distribusinya lebih dekat, daerah lebih menguasai daerahnya. Jangan disentralisir di distribusikan daerah lalu dikirim ke sekolah-sekolah jadi artinya yang dikirim dari pusat itu hanya soft copy saja. Kirim lalu cetak, bisa selesai," kata Jokowi, di Balai Kota, Jakarta, Jumat (19/4).

Meski begitu, menurut Jokowi, perlu adanya pengawasan yang ketat agar soal UN tidak bocor.

"Yah kan ada sanksinya kalau sampai ada bocoran soft copy. Saya percaya daerah menyangkut kerahasiaan, masa enggak percaya sama daerah, kalau saya percaya. Distribusi kan lebih mudah," imbuh mantan wali kota Solo ini.

Idealnya sebelum UN digelar, kata Jokowi, pemerintah pusat memiliki persiapan yang cukup sehingga kesalahan yang bersifat teknis tidak terjadi.

"Maka perlu manajemen distribusi yang lebih rinci menyangkut kota, kabupaten dan provinsi. Yang begini luasnya maka diperlukan distribusi yang lebih rinci dan lebih detail, ini pekerjaan lapangan," tandasnya.

(mdk/bal)


CARA GAMPANG BACA BERITA, JOIN :
 

Kamu suka berita
jokowi ?

Install Merdeka.com apps di Android
Dapatkan update beritanya





KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS

DOWNLOAD APP MERDEKA.COM