Kamis, 23 Februari 2012 12:54:30





Sebelum tewas di RSPAD, Stendly titip uang untuk anaknya

Reporter :


Merdeka.com - Sumiyati (31) hanya bisa meratapi kematian suaminya yang tewas di RSPAD dini hari tadi. Malam kemarin, Stendly berpamitan menjenguk temannya di RSPAD. Sumiyati tidak menduga itulah pertemuan terakhirnya dengan suaminya.

"Hari ini katanya mau izin lihat temannya yang ada di RSPAD," isak Sumiyati di RSCM, Kamis (23/2).

Sebelum pergi, Stendly juga menitipkan uang Rp 20 ribu. Uang untuk bekal sekolah anaknya, Brian Wenno (13), yang duduk di kelas 6 SD. Walau tidak setiap hari memberikan uang, Stendly selalu berusaha mencukupi kebutuhan keluarganya.

Sumiyati menjelaskan, Stendly mulai menjadi penagih hutang sejak mereka menikah. Wanita ini tidak mengetahui secara jelas pekerjaan suaminya. Stendly juga jarang bercerita soal pekerjaannya pada Sumiyati dan Brian.

"Jarang ada temannya ke rumah. Biasanya dia yang pergi ke luar. Dia juga jarang cerita," kata Sumiyati.

Meski bekerja sebagai penagih hutang, Stendly adalah ayah yang cukup baik. Walau selarut apapun, dia selalu pulang ke rumah. Sumiyati pun menceritakan awal pertemuannya dengan Stendly. Saat itu Sumiyati menjadi sales dan Stendly adalah Konsumennya. Sumiyati yang asli Jakarta ini belum pernah main ke kampung Stendly di Ambon.

"Dia baik orangnya," kenang Sumiyati yang tinggal di Kramat Pulo RT 4 RW 3, Jakarta Pusat ini.

Sumiyati mengaku shock saat melihat kondisi suaminya. "Saya sudah melihat kondisinya dan kondisinya parah. Saya lihat ada luka di dahi, tangan, dan pinggang," isaknya.

Stendly tewas saat sekelompok orang menyerang rumah duka RSPAD Gatot Soebroto dini hari tadi. Selain Stendly, seorang rekannya tewas dihajar senjata tajam. Sementara empat orang lainnya dinyatakan terluka.

(mdk/fjr)


SHARE & FOLLOW



TAG TERKAIT




KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS