Sabtu, 20 Oktober 2012 15:28:37
kesurupan. ©2012 Merdeka.com



Siswa SMKN 3 Magelang kesurupan arwah dari kuburan Belanda


Reporter : Parwito



Merdeka.com - Kesurupan massal di SMK Negeri 3 Kota Magelang yang sudah terjadi tiga kali diduga karena marahnya arwah-arwah yang di kubur peninggalan jaman Belanda. Kesurupan diduga karena kondisi siswi yang labil, dan pihak sekolah saat membuat bangunan berupa lubang-lubang tidak melakukan ritual.

"Ada dua faktor yang menyebabkan siswi mudah dan terkena dan kerasukan arwah hantu. Pertama, mayoritas siswa yang kerasukan pernah mengikuti ekstra kulikuler tarian jathilan (kuda lumping). Saat itu mereka (siswa-siswi) diisi oleh seseorang tapi hanya berupa doa-doa mantra tanpa 'lelakon' sehingga tidak kuat dan membikin siswi labil," ujar Mas Heng, paranormal yang didatangkan pihak sekolah untuk mengatasi kesurupan Sabtu (20/10).

Faktor kedua, pembuatan bangunan berupa lubang-lubang air dilakukan pihak sekolah tanpa menggunakan ijin dari arwah atau lelembut penguasa SMK Negeri 3 Kota Magelang. Akibatnya, arwah mengamuk apalagi lubang itu digunakan untuk membuang air bekas praktik siswa.

"Mereka (arwah) mengamuk tidak terima. Walaupun kuburan massal itu sudah dipindah jasad dan mayatnya, tapi arwahnya masih sering menghuni tanah pertama mereka (arwah) itu jasadnya dikubur. Maka harus ada ritual dan permohonan maaf kepada arwah," kata paranormal yang akrab disapa Ki Jangkung Kelana.

Untuk mengatasi kesurupan ini, rencananya Kamis (26/10), Mas Heng akan melakukan ritual dua kali untuk meredam aksi kesurupan yang terjadi secara beruntun itu.

"Ritual pertama akan saya lakukan secara pribadi di sekolah tanpa melibatkan siswa. Kemudian ritual yang kedua dengan melibatkan siswa menggelar istigoshah dan rukyah di sekitar halaman dan lingkungan sekolah," pungkasnya.

Selain ritual, pihak sekolah juga diminta untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan sekolah. Sebab, hal ini merupakan salah satu faktor terjadinya aksi kesurupan yang berulang-ulang di SMK negeri 3 Kota Magelang.

(mdk/did)


CARA GAMPANG BACA BERITA, JOIN :
 


TAG TERKAIT




KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS

DOWNLOAD APP MERDEKA.COM