Senin, 14 Januari 2013 15:19:44
Air putih. ©2012 Merdeka.com



Takut krisis air, warga Bali tolak eksplorasi Aqua


Reporter : Wayan Anantara



Merdeka.com - Ekplorasi air bawah tanah oleh perusahaan air mineral Aqua di Desa Peladung, Karangasem, Bali, ditolak warga setempat karena dikhawatirkan berdampak pada krisis air di desa itu.

Penolakan itu disampaikan warga saat mengadu kepada Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) di Denpasar, Senin (14/1). "Eksplorasi itu sudah berjalan dua bulan dan warga kami resah," kata Wayan Suarjana, pengurus desa adat Peladung.

Menurut dia, lokasi eksplorasi itu hanya berjarak sekitar 500 meter dari sumber mata air Tirta Gangga, yang selama ini dipakai warga untuk memenuhi irigasi pertanian dan kebutuhan sehari-hari.

Bahkan, dalam beberapa tahun terakhir aliran air dari sumber Tirta Gangga makin berkurang. "Saat ini, kami harus bergantian untuk mendapat pasokan air irigasi dengan kelompok subak lainnya," ungkap Suarjana.

Atas kondisi itu, kata dia, warga desa sudah melayangkan surat kepada Bupati Karangasem Wayan Geredeg untuk membatalkan izin eksplorasi itu, tapi sampai saat ini tidak mendapat tanggapan.

Bupati Wayan Geredeg telah mengeluarkan izin kepada PT Tirta Investama selaku pengemas merek Aqua untuk melakukan eksplorasi pada 9 Oktober 2012.

Ketua Dewan Daerah Walhi Bali Wayan Gendo Suardana yang menerima pengaduan warga mendukung penuh penolakan warga. "Bupati harus menghormati putusan masyarakat," kata dia.

Gendo menegaskan, air sebagai sumber hajat hidup orang banyak tidak boleh dijadikan milik privat dan harus dihindarkan jauh dari industri. "Jangan sampai Bali bernasib seperti Sukabumi dan Klaten yang sekarang mengalami krisis air akibat eksplorasi serupa," tegas dia.

(mdk/tts)


CARA GAMPANG BACA BERITA, JOIN :
 


TAG TERKAIT




KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS

DOWNLOAD APP MERDEKA.COM