Selasa, 4 Juni 2013 16:11:30
Ilustrasi KDRT. ©Shutterstock/Diego Cervo





Terjadi 1.060 kekerasan terhadap wanita di Aceh

Reporter : Baiquni


Merdeka.com - Komisi Nasional Perempuan menemukan setidaknya terdapat 1.060 kasus kekerasan terhadap perempuan sepanjang tahun 2011 hingga 2012. Data itu didapat dari survei bersama yang dilakukan Komnas Perempuan dengan jaringan perempuan Aceh yang tergabung dalam Jaringan Pemantau 231.

"Dari 561 kasus yang berhasil diverifikasi, diketahui bahwa kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan kasus yang dominan terjadi, atau sekitar 73,6 persen," ujar Koordinator Jaringan Pemantau 231, Andi Adriana, dalam Peluncuran Laporan Bersama Situasi Pemenuhan Hak-Hak Konstitusional Perempuan Aceh, di Jakarta, Selasa (4/6).

Selain KDRT, Adriana mengatakan, sebanyak 23 persen kasus kekerasan terjadi pada komunitas dan sisanya disebabkan penerapan Syariat Islam melalui penerbitan berbagai Qanun (perda Syariah) yang didominasi praktik intoleransi.

"Ada peningkatan yang cukup signifikan untuk setiap kasus kekerasan. Pada tahun 2011 ada 189 kasus KDRT, sedangkan pada tahun 2012 meningkat menjadi 224 kasus. Sementara itu, tahun 2011 hingga 2012 ada 74 kasus kekerasan di komunitas," kata Adriana.

Sementara itu, Komnas Perempuan juga menemukan telah terjadi 148 kasus kekerasan seksual di ranah publik dengan korban sebanyak 50 persen merupakan perempuan usia anak-anak dalam rentang usia dua hingga 18 tahun. Namun demikian, persoalan ini menjadi semakin parah lantaran sebanyak 82,7 persen kasus dilakukan orang yang dikenal baik oleh korban.

"Ini menunjukkan bahwa tidak ada jaminan perempuan, khususnya anak perempuan akan terlindungi dari tindakan kekerasan, meskipun bersama orang-orang terdekatnya," ucap Adriana.

(mdk/did)


SHARE & FOLLOW






KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS