Selasa, 2 Oktober 2012 13:09:11
Sukhoi TNI AU. k3vithk.blogspot.com/



TNI AU: Pesawat AS yang ditahan bukan mata-mata


Reporter : Ramadhian Fadillah



Merdeka.com - Pesawat Sukhoi TNI AU memaksa sebuah pesawat Cessna 208 yang dipiloti warga negara Amerika Serikat bernama Michael A Boyd, mendarat di Lanud Balikpapan. Namun pesawat yang melanggar batas udara RI itu dipastikan bukan pesawat mata-mata.

"Hasil pemeriksaan sementara pesawat tersebut tak terindikasi melakukan aktivitas mata-mata. Pesawat tersebut murni melintas dengan tujuan untuk diantar ke Singapura. Bukan untuk mata-mata," kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI Azman Yunus di Jakarta, Selasa (2/10).

Pesawat dengan registrasi N354RM itu rencananya akan ke Singapura. Namun, ketika terlihat di radar, Sukhoi Skuadron Udara 11 Lanud Hasanudin, Makassar, Sulawesi Selatan, memaksa turun pesawat itu karena melintasi wilayah Indonesia tanpa izin pada Minggu (30/9).

"Setelah diperiksa di Lanud Balikpapan, ternyata dokumen perjalanan tidak lengkap," kata Azman.

Menurut dia, proses penahanan akan berlangsung hingga dokumen pesawat dan surat izin melintasi wilayah Indonesia diberikan oleh perusahaan pemilik pesawat.

Pesawat itu diketahui hanya berisi perlengkapan penerbangan, pakaian dan sebuah kamera yang dipastikan tidak mencurigakan. Pesawat ini diketahui terbang dari Wichita, Amerika Serikat dan singgah di Santa Maria California, Honolulu, korsje dan terakhir ke Singapura untuk selanjutnya akan diterbangkan menuju Papua.

Cessna tersebut rencananya dioperasikan di Wilayah Papua oleh perusahaan Hawker Pasifik Jet milik PT Rajawali Dirgantara Mandiri.

Pesawat Cessna 208 yang diawaki seorang penerbang berkebangsaan AS seharusnya hanya boleh melintasi wilayah udara FIR (Flight Information Region) Filipina dan Malaysia, namun dalam kenyataannya melakukan pelanggaran dengan memotong jalan melintasi wilayah udara FIR Indonesia.

(mdk/ian)


CARA GAMPANG BACA BERITA, JOIN :
 



TAG TERKAIT




KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS

DOWNLOAD APP MERDEKA.COM