Selasa, 3 September 2013 13:05:54
Nelayan bawa sabu. ©2013 Merdeka.com



Transaksi sabu, seorang nelayan di Tanjung Balai ditangkap BNN


Reporter : Laurel Benny Saron Silalahi



Merdeka.com - SS (49), seorang nelayan di Tanjung Balai, Sumatera Utara, dibekuk petugas BNN saat melakukan transaksi narkoba jenis sabu, Jumat (25/8) lalu. SS ditangkap dengan barang bukti sabu seberat 6,9 kg yang diselundupkan dari Malaysia menggunakan kapal nelayan di perairan Selat Malaka.

Kepala Bagian Humas BNN, Sumirat Dwiyanto mengatakan, SS ditangkap atas kepemilikan kapal yang digunakan olehnya untuk mengangkut sabu dari Malaysia ke Tanjung Balai, Sumatera Utara. Sebelum menangkap SS, BNN berhasil mengamankan dua orang tersangka berinisial I dan JS di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

"Penangkapan ini dari hasil pengembangan. Dari hasil pemeriksaan SS itu transaksi narkoba di laut menggunakan perahu nelayan miliknya," papar Sumirat di Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (3/9).

Sumirat menjelaskan, dari pengakuan SS, dia menerima imbalan sebesar Rp 35 juta per kilogramnya. SS juga mengaku nekat melakukan bisnis haram tersebut untuk mencukupi kebutuhan keluarganya.

"Padahal penghasilan dari hasil nelayan sehari dia menghasilkan Rp 500 ribu sehari. Uang tersebut kurang untuk menghidupi ke tujuh anaknya," jelasnya.

Sementara itu, di tempat yang sama, SS mengaku dirinya mendapatkan perintah dari seorang warga Malaysia, untuk mengambil sabu yang diantar seseorang melalui jalur laut.

"Sistemnya ketemu di tengah laut, lalu kita saling tukar barang dengan kapal nelayan lainnya. Saya nggak saling kenal dengan orang yang di kapal yang bawa sabu," ungkap SS.

Dikatakan SS, bisnis seperti ini baru pertama kali dia jalani. Dia mengaku khilaf dan tergiur dengan tawaran upah yang diiming-imingi seorang DPO, WN Malaysia.

"Saya tergiur tapi sudah terlanjur," tandasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 114 ayat 2, dan Pasal 112 ayat (2), UU Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati atau penjara seumur hidup.

(mdk/lia)


CARA GAMPANG BACA BERITA, JOIN :
 


TAG TERKAIT




KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS

DOWNLOAD APP MERDEKA.COM