Sabtu, 12 Januari 2013 01:04:00
Pramono Anung. ©2012 Merdeka.com





Kekuasaan politik dan kepentingan ekonomi motivasi utama nyaleg

Reporter : Laurencius Simanjuntak


Merdeka.com - Maraknya kasus korupsi yang dilakukan anggota DPR belakangan ini seolah terkonfirmasi oleh hasil penelitian disertasi Pramono Anung. Dalam riset untuk meraih gelar doktor ilmu komunikasi dari Universitas Padjajaran, wakil ketua DPR itu menemukan, motivasi utama sejumlah orang untuk mencalonkan diri sebagai anggota DPR adalah kekuasaan politik dan kepentingan ekonomi.

"Kuatnya motivasi politik dan ekonomi mengindikasi pemahaman akan potensi lembaga legislatif sebagai institusi sentral yang melahirkan sejumlah kebijakan yang berpotensi untuk dapat diarahkan secara politik dan ekonomi yang dapat menguntungkan pribadi, kelompok atau golongannya," kata Pramono dalam sidang terbuka dan pengukuhannya sebagai doktor ilmu komunikasi di Unpad, Bandung, Jumat (11/1)

Penelitian itu dilakukan Pramono dengan metode kualitatif (fenomenologi) yakni wawancara dan observasi langsung kepada 21 informan anggota DPR periode 2009-2014 lintas fraksi dari beragam latar belakang (aktivis/publik figur/pengusaha/birokrat). Pramono dinyatakan lulus dengan yudisium cumlaude.

Sementara itu, lanjut Pramono, motivasi lain seseorang mencalonkan diri sebagai anggota DPR berturut-turut yakni memperjuangkan sistem yang demokratis, ideologi, aktualisasi sikap politik, kepentingan publik dan perjuangan minoritas.

Pramono menemukan kuatnya motivasi kepentingan ekonomi dikarenakan biaya kampanye yang tinggi untuk menjadi anggota DPR, pasca-putusan sistem proporsional terbuka oleh Mahkamah Konstitusi (MK). Dengan sistem yang liberal itu, kata Pramono," Biaya politik menjadi luar biasa."

Sebagai solusi, mantan sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu, mengusulkan jalan tengah yakni, penggabungan sistem pemilu proporsional terbuka dan tertutup. Dia menyebut, sejumlah negara demokrasi juga sudah mengadopsi sistem gabungan tersebut.

Selain itu, Pramono juga menemukan, dorongan keluarga dan tawaran dari pejabat partai menjadi latar belakang seseorang masuk ke dunia politik dan menjadi anggota legislatif.

Menjawab dosen penguji, Pramono menegaskan, hasil studinya tersebut tidak bisa digeneralisasi kepada seluruh anggota legislatif. "Karena ini studi kualitatif (bukan kuantitatif)," ujarnya.

Mega bangga

Sementara Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, mengaku bangga atas gelar doktor ilmu komunikasi (politik) yang diraih salah satu kader terbaiknya, Pramono Anung. Megawati juga memuji disertasi yang dipertahankan Pramono di depan para dosen penguji.

"Bangga. Apa yang diberikan berbobot," kata Megawati usai sidang terbuka dan pengukuhan Pramono Anung sebagai doktor ilmu komunikasi di Universitas Padjajaran (Unpad), Bandung.

Menurut Megawati, banyak temuan dalam penelitian Pramono terkonfirmasi di lapangan. Salah satunya adalah faktor biaya politik yang mahal dan motivasi kepentingan ekonomi seseorang yang mencalonkan diri sebagai anggota DPR.

"Banyak hal yang diutarakan empiris dalam pemilihan umum di Indonesia," ujar Megawati yang memakai kebaya berwarna gading ini.

Megawati mengatakan, hal-hal yang disampaikan Pramono bisa menjadi bahan acuan bagi perjalanan pemilu di Indonesia di masa yang akan datang.

"Suatu mekanisme yang bisa betul-betul adil bagi mereka-mereka yang terpinggirkan," ujar Megawati tentang caleg yang potensial namun kalah karena tidak punya sumber daya ekonomi.

"Sehingga kita pun akan punya politisi negarawan yang bisa mendedikasikan kepada negara," ujarnya.

(mdk/has)


SHARE & FOLLOW



TAG TERKAIT




KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS