Senin, 17 Juni 2013 12:05:03
Ilustrasi demo bbm. ©2013 Merdeka.com/arie basuki





BEM UI tolak kenaikan harga BBM dan pemberian BLSM

Reporter : Randy Ferdi Firdaus


Merdeka.com - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) menggelar demonstrasi di depan gedung DPR, Jakarta. Hal ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap rencana pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Ketua BEM UI Ali Abdillah mengatakan, dalil pemerintah bahwa kenaikan harga BBM untuk menyelamatkan fiskal, justru akan menurunkan daya beli masyarakat terutama masyarakat miskin. Sebab, inflasi harga pangan dapat meningkat hingga 11,7 persen.

Dia melanjutkan, kenaikan harga BBM juga diprediksi bakal meningkatkan jumlah penduduk miskin hingga 1,6 persen atau 4 juta jiwa, seperti prediksi yang dilansir Reforminer Institute: 2012.

"Argumen pemerintah untuk menyelamatkan APBN agar tidak jebol dengan mengurangi subsidi BBM saya rasa kurang tepat. Penghematan dapat dilakukan dengan memangkas belanja pegawai yang dari tahun ke tahun meningkat tajam. Seharusnya pemerintah juga mengoptimalkan penerimaan, terutama lewat pajak," jelas Ali dalam rilis yang diterima merdeka.com, Senin (17/6).

Selain itu, BEM UI juga mengkritisi langkah pemerintah memberikan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) sebagai bentuk kompensasi atas kenaikan harga BBM.

"Pemberian BLSM bukan solusi, karena harga bahan pokok diperkirakan tidak akan turun setelah 5 bulan kenaikan harga BBM. Belum lagi pendistribusian dan masalah teknis yang terjadi dalam pembagian BLSM, seperti halnya pada tahun 2005," imbuhnya.

(mdk/mtf)


SHARE & FOLLOW






KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS