Selasa, 12 Maret 2013 19:17:09
Herman Khaeron . ©2012 Merdeka.com/imam buhori



Ketua DPP dukung Tri Dianto jadi ketum Demokrat


Reporter : Randy Ferdi Firdaus



Merdeka.com - Ketua DPP Partai Demokrat Herman Khaeron mengaku tidak masalah, apabila mantan Ketua DPC Cilacap Tri Dianto hendak maju dalam Kongres Luar Biasa (KLB) untuk menjadi ketua umum usai ditinggalkan Anas Urbaningrum.

Herman mengatakan, dalam era demokrasi siapa pun berhak untuk mencalonkan diri sebagai ketua umum Partai Demokrat. Namun, kata dia, terpilih atau tidaknya calon tersebut nantinya merupakan hak pemilih suara.

"Dalam alam demokrasi, siapa saja boleh mencalonkan dan dicalonkan, terserah pemilik suara nanti yang menentukan pilihan," kata Herman kepada merdeka.com, Selasa (12/3).

Terkait dengan siapa saja tokoh yang benar-benar cocok untuk memimpin Demokrat ke depan, Herman enggan mengungkapkan secara blak-blakan. Yang jelas, kata dia, orang tersebut harus memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) Demokrat.

"Tentunya harus memiliki kapasitas, kapabilitas, loyalitas, dan integritas pada Demokrat. Salah satunya harus ber KTA Partai Demokrat," imbuhnya.

Herman mengibaratkan bahwa sosok yang tepat untuk memimpin Demokrat, adalah orang yang memiliki porsi yang pas layaknya baut dan mur yang berukuran sama.

"Yang pas itu apabila botol dan tutupnya atau baut dan mur sama ukurannya," tegas dia.

Dia pun berharap dalam proses demokrasi yang ada, tidak ada dikotomi dalam KLB dan calon Demokrat yang nantinya akan maju mencalonkan diri sebagai ketua umum.

"Tidak ada dikotomi baru atau lama, muda atau tua, laki-laki atau perempuan, sipil atau militer, dan lain sebagainya," tutur dia.

Dia juga menilai bahwa nama-nama yang beredar sebagai calon kuat ketua umum seperti Marzuki Alie dan Saan Mustopa, adalah sosok yang mumpuni dan tinggal mencocokan dengan selera peserta kongres.

"Semua calon yang muncul sangat mumpuni, hanya tinggal mencocokkan dengan selera peserta KLB," tandasnya.

(mdk/bal)


CARA GAMPANG BACA BERITA, JOIN :
 



TAG TERKAIT




KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS

DOWNLOAD APP MERDEKA.COM