Kamis, 25 April 2013 20:31:00
Gedung KPU. Merdeka.com/Dwi Narwoko



KPU Jabar 'warning' kepala daerah nyaleg segera mundur


Reporter : Andrian Salam Wiyono



Merdeka.com - Fenomena kepala daerah maju menjadi calon anggota legislatif (Caleg) kini mulai bermunculan. Mulai dari tingkat provinsi sampai desa berbondong-bondong untuk duduk menjadi wakil rakyat.

KPU Jabar tak mempermasalahkan itu, asal mereka segera menyerahkan surat pengunduran diri. Ketua KPU Jawa Barat Yayat Hidayat mengingatkan, Peraturan KPU Nomor 13 Tahun 2013 tentang pencalonan, menyebutkan bahwa seorang kepala daerah yang menjadi bakal calon legislatif wajib menyerahkan surat keputusan (SK) pengunduran diri.

"SK tersebut ditandatangani pejabat yang berada di atasnya," kata Yayat kepada wartawan, Kamis (24/4). Adapun batas akhir penyerahan surat pengunduran diri itu 1 Agustus 2013 mendatang.

Menurutnya, jika hingga batas waktu yang ditentukan kepala daerah tidak mampu menyerahkan surat pengunduran diri, maka dia terancam dicoret dari Daftar Caleg Sementara (DCS). "Otomatis mereka akan gugur," katanya.

Sama seperti kalangan eksekutif, calon yang memang berasal dari legislatif juga diharuskan melakukan hal serupa. Calon tersebut juga harus menyerahkan surat pengunduran diri serupa dari partai lama. Itu berlaku dari berbeda partai.

"Kalau maju dari partai yang sama sih ngga perlu mengundurkan diri dari jabatannya," ucapnya.

Catatan KPU Jabar, pejabat yang nyaleg itu antara lain Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf yang nyaleg DPR RI dari Partai Demokrat, dan Wakil Bupati Bandung Barat Erni Ernawan Natasaputra yang nyaleg DPRD Jabar dari Golkar. KPU juga mencatat beberapa nama pejabat desa yang berburu kursi legislatif.

(mdk/ren)


CARA GAMPANG BACA BERITA, JOIN :
 



TAG TERKAIT




KOMENTAR ANDA



BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS

DOWNLOAD APP MERDEKA.COM