Makna ikhlas dan pengaruhnya dalam ibadah seorang Mukmin
Reporter : Ustaz Arifin Ilham

ustad arifin ilham. ©Facebook.com



Merdeka.com - Assalamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Rasulullah mengajarkan umatnya untuk 'ghibthoh', cemburu iri dalam kebaikan yang membuat kita untuk mencontohnya, yaitu hartawan dengan rizki halal yang berlimpah dengan senang hati ia dermakan di jalan Allah dan Ulama dengan ilmunya ia dakwahkan dengan ikhlas.

Simaklah nasehat Rasulullah, “Tidak ada kecemburuan yang boleh dilakukan kecuali kepada dua orang, yaitu, seseorang yang diberi harta oleh Allah, lalu digunakannya di jalan Allah, dan seseorang yang diberi Allah ilmu lalu ia mengajarkannya dengan ikhlas," (HR Bukhori). Inilah cita citaku dan kuharap kalian yang juga bercita-cita menjadi manusia yang mulia ini.

Ingat sabda Rasulullah, "Beruntunglah kekayaan di tangan hamba Allah yang sholeh." Sehingga berdakwah tidak hanya dengan lisan, tetapi juga harta dan akhlak. Sungguh mereka yang meminta dalam dakwahnya bukan hanya gagal dalam dakwah, tetapi ia menghinakan dirinya di hadapan Allah dan mahlukNya.

Allahumma ya Allah, jadikanlah kami hambaMu yang berkah dengan rizki dan ilmuMu agar kami menjadi manusia penuh manfaat bagi maklukMu. Amin.

Sahabatku, inilah di antara bahasan tentang makna ikhlas:

Ikhlas hadiah Allah kepada hamba yang mujahadah mendekat kepada Allah. Ikhlas buah dari tauhid yang kuat dan bersih. Ikhlas cenderung menyembunyikan amal. Ikhlas menjawab pujian dan hinaan dengan doa.

Ikhlas sangat suka muhasabah diri, nasihat dan dikoreksi. Ikhlas sabar tahan banting dalam taat. Ikhlas siap diperintah dalam medan jihad sekalipun dan sebagai apapun. Ikhlas kuat sekali ittibaur Rasulnya.

Ikhlas marah bencinya karena Allah. Ikhlas senang kalau saudaranya meraih rezeki atau keistimewaan. Ikhlas sumber kemuliaan akhlak, sabar, syukur, wara', zuhud, qonaah Ikhlas lebih memilih keridhaan Allah daripada ridho manusia.

Ikhlas tidak mudah marah karena dia memahami semua keputusanNya. Ikhlas karunia terbesar dari Allah untuk hambaNya. Ikhlas hamba Allah yang paling bahagia 'Assaiid'. Ikhlas memahami lillaahi, fillaahi wa ilallaahi.

Ikhlas buah dari ihsan, merasakan tatapan dan kehadiran Allah. Ikhlas kunci berkah, rezeki berkah, rumah tangga berkah, semakin lama semakin bahagia dan semua aktivitas berkah.
Allahumma ya Allah, jadikanlah kami hamba-hambaMu yang Kau ampuni dan Kau ridhai. Amin.

(mdk/bai)





KOMENTAR ANDA





BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA

LOAD MORE NEWS